A twittening

A twittening

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 29, 2025
WpInfo
Fiction
Historical
Keluarga Pendleton, sebuah nama yang kini lenyap dari ingatan kota Chumberg. Dahulu, keluarga ini menjadi buah bibir karena sebuah perjodohan yang kontroversial. Evangeline, putri kedua keluarga Pendleton yang baru berusia 4 tahun, direncanakan untuk dinikahkan dengan Raja Edward Sixtours yang masih berumur 8 tahun. Perjodohan ini ditentang keras oleh saudara perempuan Raja Edward. Namun, karena perintah ini datang langsung dari ayah sang raja, ia tak berani menolak. Banyak yang bertanya-tanya mengapa perjodohan ini terasa begitu dipaksakan. Usut punya usut, keluarga Pendleton tengah mengalami kemerosotan finansial yang parah. Arthur Pendleton, ayah Evangeline, melihat perjodohan ini sebagai jalan keluar dari kesulitan ekonomi yang menghimpit keluarganya. Ia rela mengorbankan putrinya untuk dinikahkan dengan seorang anak raja yang dikenal gemar mengeksekusi orang tanpa alasan yang jelas. Dari sinilah cerita kelam keluarga Pendleton dimulai.
All Rights Reserved
#63
masihpemula
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Permaisuri Palsu dan Harem Yang Kucuri
  • 𝐒𝐓𝐎𝐑𝐘 𝟏𝟗𝟔𝟓 ║𝐏𝐈𝐄𝐑𝐑𝐄 𝐓𝐄𝐍𝐃𝐄𝐀𝐍
  • Duchess of Valtor
  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]
  • SINGASARI, I'm Coming! (END)
  • ✅ SUAMI KAISAR
  • Para ibu generasi tahun 60-an dimanipulasi secara mental
  • Asmaranala

Aveline Rosenthal de Arcyne mati sebelum mahkota menyentuh kepalanya. Dikhianati oleh kaisar yang ia cintai. Ketika ia mengulang kehidupan, Aveline tetap melangkah menuju istana, bukan untuk mengubah nasib, melainkan untuk mengendalikannya. Tunangan itu palsu. Mahkota itu umpan. Dan para pria yang dulu melindungi Seraphielle si gadis bermuka dua. Aveline akan merebut mereka satu per satu. Bukan demi cinta, melainkan demi balas dendam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines