𝗧𝗿𝗮𝘀𝗺𝗶𝗴𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗡𝗼𝗻𝗮 𝗮𝗻𝘁𝗮𝗴𝗼𝗻𝗶𝘀
Cahaya matahari menerobos masuk lewat jendela kaca besar yang dihiasi tirai putih berenda emas. Aroma bunga peony memenuhi ruangan luas bernuansa krem itu. Suara langkah kaki pelan terdengar, diiringi suara pintu yang dibuka perlahan.
"Aletta sayang, sudah pagi," ujar sang ibu lembut, menyibak tirai sambil menatap putrinya penuh kasih.
Di atas ranjang megah, seorang gadis dengan rambut panjang bergelombang perlahan membuka matanya. Tatapannya kosong, tubuhnya terasa asing, dan dunia di sekitarnya tampak berbeda.
Bukan rumah kontrakan sempit. Bukan suara ibu yang biasanya membentak karena telat bangun. Dan bukan pula tubuh kurus dengan seragam sekolah murah.
Melainkan kasur empuk berbalut sutra, ibu yang tersenyum lembut, dan tangan yang tak dikenali.
"Selamat pagi, Lady Jakson," suara seorang maid terdengar sopan dari dekat pintu.
Gadis itu-yang dulunya bernama Aletta Baskara-mencoba duduk. Tapi tubuh ini bukan miliknya. Saat menatap cermin besar di sisi tempat tidur, refleksi yang terlihat bukan wajah tirus dan kulit sawo matang seperti biasanya.
Wajah cantik dengan bibir mungil, hidung mancung, dan mata abu-abu terang menatapnya balik dari balik cermin.
Ini bukan mimpi.
Dirinya... masuk ke tubuh Aletta Xavier Jakson. Gadis yang selama ini hanya ada dalam novel romansa dark school yang sempat dibacanya seminggu lalu. Gadis antagonis yang suka membully, sombong, populer, dan ditakuti seluruh siswa di Akademi Velmora.
Gadis yang pada akhirnya akan mendapatkan akhir tragis karena mempermainkan cinta-dan karena menyakiti pemeran utama wanita: Thea Sanjaya.
Namun sebelum akhir itu datang, takdirnya sudah berubah.
Karena kini... Aletta Xavier Jakson adalah miliknya.