RINDU Yang Tak Bisa Pulang

RINDU Yang Tak Bisa Pulang

  • WpView
    Reads 215
  • WpVote
    Votes 47
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 9, 2025
Rindu yang Tak Bisa Pulang adalah kisah tentang hati yang masih menggenggam bayangan seseorang, meski jarak dan takdir telah memisahkan. Ada rindu yang tak pernah menemukan rumahnya, hanya bisa berdiam dalam doa, mengalir dalam air mata, dan bersembunyi di balik senyuman. Buku ini mengajarkan bahwa tidak semua rindu harus bertemu, karena sebagian rindu diciptakan untuk mendewasakan hati, menguatkan jiwa, dan menuntun kita pada keikhlasan. Sebab ada pertemuan yang tak terwujud di dunia, namun Allah simpan di tempat paling indah kelak.
All Rights Reserved
#318
ingin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 365 HARI BERCINTA DENGAN PUISI
  • Rembulan Yang Sirna
  • Semua Memukul (✅)
  • Pikul Pilu Pada Pulangmu
  • My Wish
  • kumpulan cerpen kookmin/Jikook (book 2)
  • အချစ်၏ဟန်ပန်-𝑻𝒉𝒆 𝑺𝒕𝒚𝒍𝒆 𝑶𝒇 𝑳𝒐𝒗𝒆(Complete)
  • poem
  • My SIN (GXG iam Lesbian)
  • Unexpected Married  (YUSION/SIYU  GS)

Aku tidak menulis ini untuk semua orang. Hanya untuk kamu- yang pernah merasa hilang, tapi bahkan tidak tahu ke mana harus pulang. 365 hari. 365 puisi. Tanpa jeda. Awalnya, ini hanya tentang menulis... lalu selesai. Tapi semakin jauh, aku mulai sadar- seperti ada sesuatu yang ikut menulis bersamaku. Sesuatu yang lebih jujur tentang luka daripada yang berani kita akui. Kalau kamu pernah: • tersenyum, tapi kosong • dikelilingi banyak orang, tapi tetap sendiri • atau hidup... tanpa benar-benar merasa hidup hati-hati. Buku ini bisa terasa terlalu dekat. Di dalamnya ada: luka yang tak sempat diberi nama, rindu yang kehilangan alamat, dan doa-doa yang hanya berani hidup dalam diam. Ini bukan sekadar tulisan. Ini jejak. Atau mungkin... pengakuan. Beberapa orang bilang, ada bagian yang terasa seperti ditulis khusus untuk mereka. Kebetulan? Atau... kamu yang memang sedang dipanggil? Mulai dari hari pertama. Kalau tidak ada yang kamu rasakan, kamu bebas pergi. Tapi kalau kamu memilih untuk tetap tinggal- bersiaplah. Karena mungkin, yang perlahan berubah bukan kata-katanya... melainkan kamu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines