The Poetry We Never Said

The Poetry We Never Said

  • WpView
    Reads 271
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 16, 2026
Ini aksara, tak bernama Pahit seperti kopi tanpa gula Sunyi seperti lagu tanpa irama Mati seperti tubuh tanpa detak dan nyawa Tapi biarlah tetap seperti itu, sebab dunia pun diciptakan tak melulu soal keindahan. Mari kubawakan cerita-cerita sedih itu kehadapanmu, kusuguhkan dengan kata termanis hasil manifestasi dari luka dan traumaku. Maka, kujamin kau akan muak habis-habisan membacanya. Sebab sudah bisa kau tebak bahwa aku hanyalah si kurang waras yang menutup-nutupi kegilaannya dengan gelak ceria. Ini sepintal puisi-puisi, potongan-potongan cerita acak, rancu tak beraturan. Kau bebas menikmati alur yang mana saja. Sedangkan untuk akhir kisahnya, silakan kau susun saja semaumu di dalam kepala. Setidaknya dalam khayalmu ia berakhir bahagia.
All Rights Reserved
#379
puitis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Wish
  • Rembulan Yang Sirna
  • အချစ်၏ဟန်ပန်-𝑻𝒉𝒆 𝑺𝒕𝒚𝒍𝒆 𝑶𝒇 𝑳𝒐𝒗𝒆(Complete)
  • poem
  • Semua Memukul (✅)
  • My SIN (GXG iam Lesbian)
  • Unexpected Married  (YUSION/SIYU  GS)
  • Pikul Pilu Pada Pulangmu
  • kumpulan cerpen kookmin/Jikook (book 2)
  • 365 HARI BERCINTA DENGAN PUISI
My Wish

"Mami aku pengen punya adik kayak Kenzo." Joshua, anak tunggal dari seorang direktur eksekutif ternama. Bocah 9 tahun yang begitu menginginkan hadirnya seorang adik ditengah-tengah keluarga kecilnya. Dapatkah kedua orangtuanya yang penuh ambisi dan pekerja keras itu mampu mewujudkan keinginan Joshua? Mengingat kedua orangtuanya menikah karena perjodohan tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines