Brian, pemuda pendiam yang hidup di rumah tua beraroma kayu, mulai dihantui mimpi dan bisikan asing. Setiap pagi ia terbangun di waktu yang sama, menatap cahaya pertama, menyeruput kopi dingin, dan menulis kata-kata aneh di buku cokelatnyaseolah pesan dari masa lalu.
Sedikit demi sedikit, ia menyadari dirinya adalah reinkarnasi seorang putri yang pernah membunuh ibunya sendiri. Cermin tua di kamarnya sering memantulkan wajah lain, dan bayangan masa lampau perlahan menelan kenyataan.
Di sekelilingnya, hadir sosok-sosok yang mengikatnya pada dua dunia: Yeni sang ibu yang menyimpan rahasia, Desva pembawa ketenangan, dan para sahabat yang menuntun antara logika dan spiritual. Namun semakin dalam ia mencari kebenaran, semakin kabur batas antara masa kini dan masa lalu.
Cerita ini bukan sekadar tentang arwah yang gentayangan, tapi tentang jiwa manusia yang tak tenang, tentang dosa yang menuntut ditebus, dan tentang anak yang terlahir untuk mengulang tragedi yang sama. Hingga akhirnya, di depan cermin, ia berbisik: "Kamu terlambat, ibuku sadar lebih dulu."
Huruf demi huruf, aksara demi aksara menceritakan tentangnya.
Terbesit dalam khayal ku akan angkasa yang menderu suara hatinya
Semua disaksikan oleh semesta dan dikuatkan dengan doa untuk mengadu padanya, penuh makna akan untaian dan lautan air mata
𝙋𝙤𝙚𝙩𝙧𝙮 𝙗𝙮 𝙢𝙚. Selamat membaca😉✨