Bayangan dibalik pintu

Bayangan dibalik pintu

  • WpView
    Reads 55
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 13, 2025
Sejak kelas empat SD, rumah bagi Risa bukanlah tempat yang hangat, melainkan ring tinju tanpa wasit. Kata-kata kasar orang tuanya adalah melodi latar yang menemaninya saat sarapan dan sebelum tidur. Puncaknya, malam itu, Papa dan Mama berteriak lebih keras dari biasanya. Piring pecah, dan keesokan harinya, lemari pakaian Papa kosong. Risa, yang saat itu duduk di bangku SMP, hanya bisa mematung di kamarnya. Perceraian itu resmi. Risa memilih tinggal bersama Mama, yang kini bekerja keras untuk menutupi semua biaya. Namun, rumah terasa dingin. Mama sering pulang larut, kelelahan, dan lebih sering marah-marah karena hal kecil. Risa mulai menghabiskan waktu di luar rumah. Sekolah menjadi satu-satunya tempat ia merasa normal. Ia menutup rapat masalah keluarganya. Hingga suatu hari, guru Bimbingan Konseling (BK), Bu Retno, memanggilnya. Bu Retno menyadari nilai-nilai Risa merosot drastis dan ia mulai sering melamun. "Kamu tidak perlu berpura-pura kuat di hadapan saya, Risa," kata Bu Retno lembut. Air mata Risa pecah setelah sekian lama ia tahan. Ia menceritakan segalanya: rasa kesepian, rindu akan sosok utuh orang tua, dan beban harus menjadi dewasa sebelum waktunya. Bu Retno tidak memberinya solusi instan, tapi memberinya satu pesan penting: "Kamu adalah satu-satunya orang yang bisa membangun rumah baru di dalam hatimu, Risa. Keretakan mereka bukan keretakanmu." Sejak saat itu, Risa berjuang untuk fokus pada dirinya. Ia mulai menulis buku harian untuk melampiaskan emosinya dan bergabung dengan klub literasi. Ia tahu, meskipun bayangan masa lalu dan rumah yang pecah akan selalu ada di jendela memorinya, ia harus beranjak ke depan. Ia menemukan kekuatan bukan dari keluarganya, tapi dari tekadnya sendiri untuk tidak membiarkan patahan itu menentukan masa depannya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Beneath Her Forbidden Touch"[END]
  • Drama di Pintu Kosan
  • Change The Plot (Niel)
  • Chana's Transmigrasi
  • BACKSTREET
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {S2}
  • REGAN's Crazy Wife
  • Mission

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines