ABU DIBAWAH LANGIT JAKARTA

ABU DIBAWAH LANGIT JAKARTA

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 29, 2025
Prolog Jakarta, Oktober 2025. Malam itu, kota tidak lagi tidur. Api menjilat langit ibu kota, asap menutup bulan, dan jalanan dipenuhi teriakan yang tak pernah berhenti. Gedung-gedung yang selama ini jadi lambang kekuasaan, runtuh menjadi abu. Rakyat yang terlalu lama dipaksa diam akhirnya mengamuk, dan darah mengalir di aspal seakan menjadi tinta baru sejarah. Namun di balik semua itu, ada wajah-wajah yang tak pernah tercatat resmi: Seorang mahasiswa yang hanya ingin suaranya didengar. Seorang jurnalis yang percaya kamera bisa lebih tajam dari senjata. Seorang aparat yang hatinya terkoyak antara sumpah dan nurani. Dan seorang politisi tua yang memilih menulis pesan terakhir di tengah runtuhnya gedung yang ia sebut rumah. Tragedi ini bukan sekadar kisah tentang api dan amarah. Ini kisah tentang cinta, pengkhianatan, harapan, dan doa yang tak pernah padam-bahkan ketika kota ini dibakar hingga jadi abu. Dan malam itu, sejarah bangsa berubah selamanya. ---
All Rights Reserved
#94
demokrasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Asmaranala
  • Para ibu generasi tahun 60-an dimanipulasi secara mental, dan seluruh keluarga m
  • The Palace Stewardess
  • SINGASARI, I'm Coming! (END)
  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]
  • Duchess of Valtor
  • Permaisuri Palsu dan Harem Yang Kucuri
  • SUAMI KAISAR
  • 𝐒𝐓𝐎𝐑𝐘 𝟏𝟗𝟔𝟓 ║𝐏𝐈𝐄𝐑𝐑𝐄 𝐓𝐄𝐍𝐃𝐄𝐀𝐍

Di awal kisah, aku dan kamu satu. Parasku itu parasmu. Ragaku serupa ragamu. Namun hidupmu ibarat jalan landai berhias ilalang, sedangkan hidupku layaknya tikungan curam terjal berbatu. Dirimu begelimang kasih, tapi diriku berbalut nestapa. Mudah untukmu, yang sulit jadi bagianku. Kamu beruntung, aku yang sial. Kenapa harus kamu, bukan aku? Memang apa kesalahanku? Salahkan jika kini aku ingin berada di posisimu? Saudariku, kumohon menghilanglah selamanya. PERHATIAN!!! Cerita ini seluruhnya FIKTIF belaka serta tidak terkait dengan sejarah kerajaan manapun walau kisah berlatar kerajaan masa lampau. Semua nama, tokoh, karakter, tempat, waktu, dan jalan cerita hanya rekaan demi kepentingan HIBURAN semata.

More details
WpActionLinkContent Guidelines