Lika-liku si Monyet Kampus

Lika-liku si Monyet Kampus

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 27, 2025
Nama gue Wahyu Noviansyah Junaedi, tapi temen-temen biasa manggil gue Wahyu. Gue kuliah di jurusan Farmasi, di salah satu kampus di Cirebon. Tapi sorry, nama kampusnya dirahasiain dulu, takut nanti dosen-dosen gue baca terus nilai gue malah ancur, wkwk. Hidup gue di kampus tuh... jangan dibayangin keren-keren banget kayak di drama Korea. Jauh! Malah isinya ketawa, drama percintaan setengah matang, sampe kejadian-kejadian bego yang kalo gue inget lagi bikin pengen garuk tembok. Pernah suatu hari gue sok-sokan pengen keliatan cool di depan cewek, eh malah jatoh ke got depan fakultas. Pernah juga rapat organisasi yang harusnya serius, tapi ujung-ujungnya jadi ajang roasting gue sama temen-temen. Di kelas? Jangan tanya, gue pernah salah pake jas lab temen yang penuh noda obat, dan jadi bahan ketawaan satu angkatan. Tapi ya, di balik semua itu gue juga ketemu banyak hal: temen gokil yang kayak keluarga kedua, dosen killer yang bikin hidup serasa neraka, sampe cerita cinta yang... yah, kadang bikin senyum-senyum sendiri, kadang juga bikin hati gue kaya abis ditonjok. Singkatnya, ini cerita tentang gue monyet kampus yang kerjaannya jatoh, bangkit, jatoh lagi, tapi tetep jalan. Kadang konyol, kadang nyebelin, kadang bikin baper. Dan percaya deh... tiap hari di kampus, selalu aja ada bahan cerita baru yang nggak bakal abis buat diketawain.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines