Fragments Of Love ( OnGoing )

Fragments Of Love ( OnGoing )

  • WpView
    Reads 569
  • WpVote
    Votes 34
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 21 hours ago
Barka Handawa seorang presiden dari grup Kandara. Cowok itu dijodohkan dengan seorang gadis yang Mama nya pilih. Melihat Barka yang jarang terlihat dekat dengan seorang perempuan dan selalu fokus untuk bekerja, membuat Miya takut jika anaknya itu tidak akan pernah menikah. Jadi, Miya berencana untuk menjodohkan anaknya dengan seorang gadis yang merupakan anak dari sahabatnya sendiri. Carnika Milonia, seorang mahasiswi fakultas seni. Perbedaan umur dari keduanya juga merupakan salah satu masalah dalam terlaksananya perjodohan ini, karena gadis itu yang tidak menyukai Barka dan juga sudah mempunyai seseorang yang dia sukai. ***** "Aku gak suka sama kamu! Kamu ngerti gak sih?!" Bukannya menjawab pertanyaan dari gadis itu, Barka justru memberikan pertanyaan balik. "Kamu yakin orang yang kamu sukai itu juga menyukaimu?" Cara semakin menatap Barka dengan tatapan tajam yang berada dihadapannya saat ini. "Itu urusan belakangan, aku bisa berdo'a nanti sama Tuhan!" Barka terkekeh mendengar jawaban itu, sambil menggulung lengan kemeja putihnya sampai ke atas siku. "Lucu sekali."
All Rights Reserved
#1
cara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Salah Status
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]
  • Nakula

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines