Twisted Love  (End)

Twisted Love (End)

  • WpView
    Reads 112,672
  • WpVote
    Votes 5,297
  • WpPart
    Parts 51
WpMetadataReadMatureComplete Wed, May 27, 2026
"Kamu monster! Kamu jahat!" teriak Iris saat melihat Kavian terbaring tak sadarkan diri di depan apartemennya. Noah justru terkekeh pelan mendengarnya. *** Noah adalah laki-laki pendiam yang selalu terlihat tenang dan sulit ditebak. Namun semua itu berubah ketika ia bertemu Iris, gadis cantik yang manipulatif dan terbiasa memanfaatkan orang-orang demi keuntungannya sendiri. Noah hanyalah salah satu target Iris. Setelah Iris berhasil menaklukkan laki-laki itu, gadis itu bisa mendapatkan apa pun yang ia inginkan dengan mudah. Noah selalu menuruti permintaannya, bahkan rela mengorbankan dirinya sendiri demi tetap berada di sisi Iris. Walaupun Noah sebenarnya tahu bahwa dirinya hanya dimanfaatkan. Tetapi ia tetap memilih bertahan dan menutup mata, karena ia terlalu takut jika Iris pergi meninggalkannya. Namun ketika Iris benar-benar pergi dan mencari target baru, Noah yang selama ini terlihat tenang perlahan mulai kehilangan kendali. ⚠️ Dark Romance | Obsession | Manipulative Relationship
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Villain's Mother
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Almost Married (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • De Andere Weg (END)
  • Nala dan Mas Juragan
  • Chasing Sanara
  • The Last Yes!
  • I Won't Be the Tragic Fiancée

Ngintip doang nih? 😗 🔞 "Eungghh..." Zeva mengerang. Hal pertama yang ia rasakan adalah kepalanya yang serasa berat dan berdenyut. Saat ia mencoba menggerakkan badan, tulang-tulangnya terasa kaku dan pegal luar biasa. "Nyonya? Nyonya Thania sudah sadar?!" sebuah suara parau penuh haru terdengar di dekat telinganya. Zeva mengerjap-erjapkan matanya yang masih buram. Begitu pandangannya fokus, ia tidak melihat langit-langit putih rumah sakit atau wajah panik orang tuanya. Alih-alih, ia menatap langit-langit kamar mewah dengan desain interior klasik yang sangat asing. "Aduh, kepala gue..." Zeva memegang keningnya, lalu menoleh ke samping. Ia terlonjak kaget melihat seorang wanita paruh baya berpakaian pelayan sedang menangis sesenggukan sambil memegang tangannya. "Akhirnya Nyonya bangun. Bibi takut sekali Nyonya kenapa-kenapa." Zeva mengernyitkan dahi. "Nyonya? Bibi?" Ia bangkit duduk dengan perlahan meski kepalanya masih berputar. Ia memandangi tangannya yang tampak lebih dewasa, lalu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar yang luasnya tidak masuk akal itu. "S-siapa ya? Terus... ini di mana? Kok gue bisa di sini?" tanya Zeva dengan nada bingung sekaligus waspada. Wanita yang menyebut dirinya Bi Minah itu langsung terdiam, matanya membelalak kaget. "Nyonya... Nyonya tidak ingat saya? Ini rumah Nyonya sendiri, rumah Tuan Devan." Zeva tertegun. Nama-nama itu terasa tidak asing. Otaknya mencoba memproses informasi tersebut sampai akhirnya ia teringat buku novel yang ia lempar ke sofa tadi malam. "Bentar... jangan bilang gue masuk ke novel sampah itu?" gumam Zeva dengan wajah pucat pasi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines