Kalau Elea ditanya, "Apa keinginan terbesar dalam hidupmu?" Maka, jawabannya adalah bisa menghabiskan waktu bersama ayahnya tanpa dihalang-halangi kesibukan menumpuk, atau jaringan yang membuat pesannya lambat terkirim. Tak harus mempunyai masalah agar bisa pulang dan bercerita banyak hal, setiap hari.
Menjadi putri seorang abdi negara, mengharuskan Elea berjarak sementara dengan ayahnya mau tak mau. Gadis kecil yang dulu suka mengadu, tak bisa tidur jika tidak dibacakan dongeng dan dipeluk ayah, kini sudah bisa memeluk lelahnya sendiri walaupun hangatnya tak sebanding.
Di balik tawa menggembirakan itu, Elea sering merasa kesepian. Hingga, Kai hadir. Mencoba mengisi figur ayah selama Abisatya pergi bertugas walaupun berulang kali mendapatkan penolakan. Baginya, tidak ada rumah ternyaman di dunia ini selain pelukan hangat dari ayah-lebih baik menunggu daripada harus berteduh di atap lain yang belum tentu menerima. Dengan bantuan Kai pula, Elea tumbuh menjadi pribadi yang berpikiran positif dan jauh lebih tenang.
Namun, keinginan tersebut masih ada. Untuk mewujudkannya, Elea mengikuti lomba baca karangan sederhana mewakili taman kanak-kanak. Motivasinya hanya satu; bisa membanggakan ayah dan liburan bersama keluarga seperti yang sudah dijanjikan. Apakah Elea berhasil memenangkan perlombaan ini, melawan kesibukan dan waktu yang jauh lebih berkuasa atas ayahnya?
Todos los derechos reservados