Misteri dibalik Bedah

Misteri dibalik Bedah

  • WpView
    Reads 4,995
  • WpVote
    Votes 326
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 19, 2026
Jika Polisi dan Dokter Obygn bertemu kira-kira apa yang terjadi? dan jika mereka memiliki perasaan satu sama lain, siapa kah yang akan berjuang untuk hubungan yang tertentang ini? Ikutin terus yaa..
All Rights Reserved
#115
salmarony
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Us, All Along.
  • "KITA INI APA?" -ending-
  • Menjadi Kita [selesai]
  • One Shoot (Salmon Story)
  • Antara Kita dan Rahasia
  • Katanya Teman
  • Kamu Cintaku
  • Kita Jadi Satu.
  • Young Blood : Ukie Stories (END)
  • Rumah Retak

Kita bukan tentang pertemuan yang kebetulan. Kita... tentang dua orang yang sudah lama ada tapi terlalu lama pura-pura tidak merasa apa-apa. Lucunya, kita tidak pernah benar-benar mulai dari awal. Karena sejak awal... kita sudah ada di cerita yang sama. Sinopsis: Lavanya tidak pernah menyangka, hidupnya akan berubah karena satu keputusan orang tua. Dijodohkan dengan-- Sebastian Langit. Sahabat lamanya sendiri. Atasannya di kantor. Dan pria yang... terlalu dikenal untuk sekedar di abaikan. Tidak ada cinta di awal (?) Hanya kebiasaan candaan kecil, perdebatan, dan dua kepala keras yang tidak pernah benar-benar akur. Namun bekerja di tempat yang sama, dan berbagi hidup yang tidak pernah mereka rencanakan. Perlahan mengubah segalanya. Perasaan itu tidak datang tiba-tiba. Ia tumbuh diam-diam di sela rapat, dalam perhatian kecil, dan dalam kehadiran yang tak pernah benar-benar pergi. Sampai akhirnya mereka sadar. Mungkin, sejak awal mereka memang bukan orang asing. Mereka hanya dua orang yang terlalu lama bersama, hingga lupa cara melihat satu sama lain sebagai lebih dari sekadar "yang sudah ada". Dan saat semuanya terasa semakin rumit. Mereka dihadapkan pada satu pertanyaan sederhana: Apakah "kita yang sudah lama" cukup kuat untuk menjadi "kita selamanya?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines