Bound by Promise

Bound by Promise

  • WpView
    Lecturas 1,512
  • WpVote
    Votos 112
  • WpPart
    Partes 12
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, abr 28, 2026
WpInfo
Ficción
Romance
Di tengah masa kuliahnya, Daonuea akhirnya merasakan kebebasan setelah bertahun-tahun hidup di bawah aturan yang ketat. Hari-harinya dipenuhi tawa, pertemanan, dan kesenangan yang terasa begitu ringan---hampir seperti mimpi yang baru saja dimulai. Hingga suatu hari, satu kalimat dari ibunya meruntuhkan semuanya; sebuah pernikahan. Awalnya, Daonuea menganggap itu hanya keputusan sepihak yang bisa ia tolak begitu saja. Namun perlahan, kenyataan yang selama ini tersembunyi mulai terbuka---utang keluarga, tekanan yang tak pernah ia pahami, dan alasan di balik keputusan yang terasa semakin sempit. Penolakannya berubah menjadi pertentangan. Dan sejak saat itu, hidupnya mulai runtuh sedikit demi sedikit. Sampai pada akhirnya, Daonuea tetap menerima pernikahan yang sejak awal tak pernah ia inginkan---demi sesuatu yang bahkan belum tentu bisa ia pertahankan. Sementara bagi suaminya, pernikahan ini adalah kesempatan kedua dari masa lalu yang tak pernah benar-benar ia lepaskan. Dalam hubungan yang dimulai tanpa cinta, Daonuea harus menjalani peran sebagai "istri" di kehidupan yang terasa asing, sambil perlahan kehilangan banyak hal yang dulu begitu dekat dengannya. Benarkah pernikahan ini hanya akan menjadi beban dalam hidup Daonuea ... atau justru menjadi bagian yang paling tak ingin ia lepaskan? __________^ Halo, para pembaca! Sebelum mulai, ada beberapa hal yang perlu kalian ketahui: • Cerita ini sepenuhnya fiksi. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, atau kejadian, itu murni kebetulan. • Dilarang menyalin, menggandakan, atau menyebarluaskan cerita ini dalam bentuk apa pun tanpa izin dari penulis. • Update akan dilakukan secara berkala sesuai dengan waktu luang penulis. Jangan lupa vote dan komentar, yaa. Dukungan kalian sangat berarti, dan selalu jadi alasan aku untuk terus melanjutkan cerita ini 💛
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Nala dan Mas Juragan
  • Kembang Desa
  • Prahara Lamaran [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula
  • Salah Status [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido