Tidak semua keputusan lahir dari keinginan.
Di tengah masa kuliahnya, Daonuea akhirnya merasakan hidup yang dulu hanya bisa ia bayangkan. Setelah bertahun-tahun berada di bawah aturan yang ketat, ia mulai menikmati kebebasan yang tak pernah ia miliki sebelumnya.
Hari-harinya dipenuhi tawa, pertemanan, dan kesenangan yang seolah tak ada habisnya. Semuanya terasa begitu ringan---hampir seperti mimpi yang baru saja dimulai.
Hingga suatu hari, satu kalimat dari ibunya meruntuhkan semuanya---sebuah pernikahan.
Awalnya hanya penolakan ringan.
Lalu perlahan, kenyataan yang selama ini tersembunyi mulai terbuka---utang keluarga, tekanan yang tak pernah ia pahami, dan alasan di balik keputusan yang terasa semakin sempit.
Penolakan itu berubah menjadi pertentangan. Dan sejak saat itu, semuanya mulai runtuh.
Namun pada akhirnya, ia tetap menerima pernikahan yang sejak awal tak pernah ia inginkan---demi sesuatu yang bahkan belum tentu bisa dikembalikan.
Sementara bagi suaminya, pernikahan ini adalah kesempatan kedua dari masa lalu yang tak pernah ia ungkap.
Dalam hubungan yang dimulai tanpa cinta, Daonuea harus menjalani peran sebagai "istri" di kehidupan yang terasa asing, sambil menahan semua hal yang ia tinggalkan di belakangnya.
Benarkah pernikahan ini hanya akan menjadi beban bagi Daonuea ... atau justru membawanya pada sesuatu yang selama ini tak pernah ia miliki?
Sebuah rumah.
Atau mungkin ... tempat untuk kembali.
__________^
Halo, para pembaca!
Sebelum mulai, ada beberapa hal yang perlu kalian ketahui:
• Cerita ini sepenuhnya fiksi. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, atau kejadian, itu murni kebetulan.
• Dilarang menyalin, menggandakan, atau menyebarluaskan cerita ini dalam bentuk apa pun tanpa izin dari penulis.
• Update akan dilakukan secara berkala sesuai dengan waktu luang penulis.
Jangan lupa vote dan komentar, yaa.
Dukungan kalian sangat berarti, dan selalu jadi alasan aku untuk terus melanjutkan cerita ini 💛
All Rights Reserved