My Professor, My Husband

My Professor, My Husband

  • WpView
    LECTURAS 827
  • WpVote
    Votos 106
  • WpPart
    Partes 26
WpMetadataReadConcluida sáb, mar 7, 2026
Amara tidak pernah menduga perjodohan yang diatur keluarganya justru mempertemukannya dengan Adrian-dosen muda yang terkenal dingin, rapi, dan berwibawa di kampus. Pernikahan mereka digelar megah namun tetap sederhana, memancarkan gengsi keluarga kaya tanpa kehilangan kehangatan. Namun, menjadi istri sekaligus mahasiswi Adrian bukanlah hal mudah. Di kampus, Adrian tetap bersikap formal, menjaga batas antara dosen dan mahasiswa. Tapi begitu pintu rumah tertutup, sisi lain dari Adrian perlahan muncul-ia mulai mencari perhatian, menyandarkan kepala di bahu Amara, hingga tanpa sadar menunjukkan sifat manjanya yang tak pernah ditampilkan di depan orang lain. Bagi Amara, awalnya semua terasa asing dan penuh jarak. Namun sedikit demi sedikit, ia belajar memahami suaminya. Dan bagi Adrian, Amara adalah satu-satunya tempat ia bisa melepaskan topeng dinginnya. Perjodohan ini ternyata bukan akhir kebebasan mereka, melainkan awal dari perjalanan menemukan cinta yang tulus-di antara formalitas kampus, dinamika rumah tangga, dan rahasia kecil yang hanya mereka berdua tahu.
Todos los derechos reservados
#963
mengagumi
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Nala dan Mas Juragan
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Kembang Desa
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Dangerous Deal S1-S2 (on going)
  • Define the Relationship
  • Almost Married (On Going)
  • R É G A L I S [REVISI]
  • EKSKALASI

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido