We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Børnenes Eventyr: Dongeng Anak-Anak Andersen

Børnenes Eventyr: Dongeng Anak-Anak Andersen

  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 24, 2025
WpInfo
Fiction
Fantasy
Setiap orang pernah mendengar nama Hans Christian Andersen, pengisah dongeng dari Denmark yang kisah-kisahnya telah diceritakan ulang dari mulut ke mulut, dari buku ke buku, hingga layar kaca. Namun di balik cerita-cerita yang tampak sederhana, tersembunyi dunia yang penuh warna, di mana kebahagiaan dan kesedihan berjalan beriringan, di mana keajaiban muncul dari hal-hal kecil, dan di mana akhir cerita tidak selalu membawa senyum, tetapi sering meninggalkan renungan. Di dalam sini tersimpan kisah-kisah yang telah menjadi bagian dari imajinasi dunia. Ada putri duyung yang rela mengorbankan suaranya demi cinta, gadis kecil yang menjual korek api dan bermimpi di tengah hawa dingin, bayangan yang memperoleh kehidupan dan menantang tuannya, serta banyak kisah lain yang memadukan keindahan, kepedihan, dan keajaiban. Inilah kumpulan dongeng yang mengingatkan kita bahwa masa kecil bukan hanya tentang tawa, tetapi juga tentang belajar memahami dunia dengan segala keindahan dan pahit getirnya. Membacanya kembali berarti menyelami lautan dongeng yang telah mengikat hati pembaca selama berabad-abad, dan masih akan terus hidup dalam ingatan siapa saja yang membuka halaman-halamannya.
All Rights Reserved
#77
antologi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Terjebak Di Novel Psycopath
  • Perfect Mom, Perfect Wife ♧END♧
  • Binar Rembulan~Transmigrasi
  • KENRA; Antagonis Pengganti
  • MORGAN
  • Perfect Antagonist (end)
  • The Wicked Wife's Past Strikes Back
  • The Grand Duke Obsession (END)
  • Transmigrated as the Villainous Omega Prince [ END ]

Lunaria dalam bahasa bunga memiliki arti kejujuran, ketulusan, dan juga kemakmuran. Seperti arti namanya, ia menjalani hidupnya penuh ketulusan hingga akhirnya bisa hidup dalam keadaan damai dan tenang. Meski orang-orang yang melihatnya mungkin menganggap kehidupan Luna membosankan dengan aktivitas berulang, tapi Luna menganggapnya sebaliknya. Saking damainya hidupnya sekarang, Luna tak berniat untuk menikah atau memiliki keturunan. Ia ingin hidup sendirian dalam waktu yang lama. Kesendirian adalah temannya. Setiap pulang bekerja ia akan bersenang-senang dengan teman-temannya atau langsung istirahat dan di hari minggu ia akan quality time dengan dirinya sendiri sembari membaca Novel atau menonton film. Yah, hidup Luna sangat damai hingga suatu malam dengan sekejap hidupnya berubah 180 derajat. Ia tiba-tiba memiliki suami dan seorang putra berusia sembilan tahun. Luna berusaha mencerna semuanya hingga ia sadar, ia terjebak didalam sebuah novel yang pernah ia baca beberapa minggu yang lalu. Ia terjebak menjadi salah satu tokoh yang memiliki nama yang sama dengannya, Lunaria. Salah satu tokoh sampingan antagonis yang mati di cerita karena dibunuh anak kandungnya sendiri. Luna berusaha untuk mencegah kematiannya dengan merubah alur Novel. Namun karena hubungan keluarga tokoh Novel yang amat sangat buruk dan tak sesuai idealisnya, ia akhirnya memilih cara lain, jika ia tidak bisa kembali ke kehidupannya yang semula ia akan kabur dari kediaman ini. Tapi semuanya sia-sia dan tidak sesuai rencana. "Jangan buat masalah lagi atau aku benar-benar akan memotong tendon kakimu kali ini." ancam suaminya dingin. Luna takut. Apa psikopat gila itu akan benar-benar membuatnya lumpuh? "Apa kamu meracuni makanan ini?" tanya anak laki-laki itu dengan tatapan penuh kecurigaan. "Aku tidak butuh!" ucapnya yang kemudian membanting piring didepannya kasar. Sudah cukup. Ia tidak bisa bertahan lagi menghadapi kegilaan pasangan ayah dan anak itu! S: 19-12-2023 P: 27/01/24

More details
WpActionLinkContent Guidelines