ALISKAR (abadi di ceritaku)

ALISKAR (abadi di ceritaku)

  • WpView
    Membaca 22
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Okt 3, 2025
haii haiiii, i'm backk, ini adalah remake dari cerita ALISKAR yang sebelum nya ga aku lanjutkan, alurnya sedikit berbeda dari alur sebelumnya, biarkan ALISKAR yang sebelumnya menjadi kenang kenangan masa SMP akuu yaa,,,, dan semoga ALISKAR versi ini lebih baik sebelum nya, aku buat lagi cerita ALISKAR ini karna aku merasa kangen aja masa masa itu, semoga bisa sampe tamat yaaa, bantu support nya ya teman temaannn. mohon maaf bila ada kesamaan nama dan tempat, karna itu ketidak sengajaan🙏. terimakasih ⚠cerita ini hanya fiksi.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#663
humoris
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan