We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Entwined

Entwined

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 1, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Sel, kamu pernah kepikiran nggak... kalau suatu hari kita nggak lagi bareng?" Marselino dan Marsellina. Dua sahabat yang tumbuh bersama, berbagi tawa, air mata, dan rahasia kecil yang hanya mereka tahu. Nama mereka mirip, tapi hati mereka tak pernah benar-benar sama. Sampai dimana, sebuah kabar yang menggegerkan Esmeira. Mengandung sebuah teka-teki yang sulit terpecahkan tetapi dipaksa untuk terselesaikan. Hari demi hari berjalan, sampai akhirnya janji yang dulu mereka anggap abadi mulai diuji. Ada perasaan baru yang muncul diam-diam, ada luka yang tak bisa mereka ceritakan, dan ada pilihan yang mungkin memisahkan keduanya. Apakah persahabatan bisa bertahan ketika hati mulai berbicara sesuatu yang lebih dari sekadar sahabat?
All Rights Reserved
#11
marselino
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines