Perisai Hati si Anak Sulung

Perisai Hati si Anak Sulung

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 28, 2025
Sejak kecil aku terbiasa mendengar kalimat yang sama, "Kamu kan anak pertama, harus kuat. Harus jadi contoh." Kalimat itu menempel di telinga, menekan pelan tapi pasti di dada. Aku belajar menyimpan tangis, menyembunyikan takut, lalu menggantinya dengan senyum yang orang bilang "dewasa". Aku tumbuh dengan perisai yang tak pernah kupilih, tapi harus kupakai. Perisai hati, yang kadang membuatku terlihat tegar, tapi diam-diam melukai. Menjadi anak sulung bukan hanya tentang lahir lebih dulu, tapi juga belajar menjadi dewasa sebelum waktunya. Dan di balik semua itu, ada aku-yang masih mencari ruang untuk sekadar menjadi diri sendiri.
All Rights Reserved
#1
hubungankeluarga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GRAVARENZO
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines