ARZAVILEA

ARZAVILEA

  • WpView
    Reads 456
  • WpVote
    Votes 163
  • WpPart
    Parts 37
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 25, 2025
"Kalo sate ada seratus tusuk, aku bisa habisin gak ya?" "Bisa kalo gak mikirin diet." "Tapi kan aku udah kurus, ngapain mikirin diet?" "Mendingan aku nunggu sambil tidur atau sambil main HP?" "Tidur!" "Eh tapi jangan, nanti kakak gak sadar kalo aku di sini!" ~~~ Awalnya, Arza hanya merasa terganggu dengan ocehan sepi yang tak ada habisnya dari Vilea. Tapi tanpa sadar, ia mulai terbiasa dengan suara itu. Hingga pertemuan singkat di kursi bandara berubah jadi awal cerita yang tidak pernah mereka duga. "Kalo misalnya aku punya seratus tusuk sate, terus aku makan sendirian, kira-kira aku bisa kuat gak ya? Atau aku bakal tumbang di tusuk ke-50? Tapi kayaknya aku kuat sih, soalnya aku suka sate. Kamu suka sate gak?" "Suka aja." "Yaudah ayo beli sate." "Gak ada yang jual sate pagi-pagi, Vilea." "Itu masalahnya. Kenapa kang sate bukanya sore? Padahal kan pagi juga ada yang mau beli. Aku misalnya." "Gak tau. Tanya aja ke tukang satenya." "Berarti mereka menolak rezeki di pagi hari. Ya, kan?" "Hm ... kamu gak ada tombol off-nya, ya?" "Gak ada. Kalo ada, mungkin kamu yang paling duluan matiin. Iya, kan?" "Pastinya."
All Rights Reserved
#9
arza
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain
  • I'm Not Just a Figuran
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • EVANESCENT
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines