Aku salah-namun siapa yang sudi mendengarkan aku?
Setiap orang hanya melihat dari luarnya: seorang perempuan yang memilih menjadi simpanan, perempuan yang layak dihujat, perempuan yang katanya hanya berlari pada dosa. Tidak ada yang ingin tahu bagaimana rasanya menjadi aku. Tidak ada yang peduli bahwa di balik tubuh ini ada hati yang remuk, ada jiwa yang pernah berusaha melawan, tetapi kalah oleh sesuatu yang lebih kuat: keinginan.
Kisah ini berawal dari hasrat-sebuah api kecil yang perlahan membakar segalanya. Api itu menyala di sudut terdalam, di ruang yang bahkan aku sendiri tak ingin mengakuinya. Berulang kali aku menolak, mencoba memadamkannya dengan logika dan moral yang masih tersisa. Namun pesonamu terlalu kuat, matamu terlalu meyakinkan, suaramu terlalu menenangkan.
Aku diperingatkan, berkali-kali. Sahabat, nurani, bahkan doaku sendiri berbisik: tinggalkan. Tetapi pikiranku seperti lumpuh, seakan segala nasihat terpantul di dinding tebal yang aku bangun sendiri. Setiap aku mencoba pergi, ada bayanganmu yang menahan langkahku. Setiap aku ingin membebaskan diri, aku justru kembali terikat lebih dalam.
Mungkin aku gila. Mungkin aku memang seburuk yang mereka katakan. Tapi yang tak pernah mereka tahu, aku juga manusia-dengan celah, dengan kelemahan, dengan kerinduan untuk dicintai, meski caranya salah.
Inilah aku: perempuan yang memilih jalan yang penuh noda. Perempuan yang jatuh bukan karena tak tahu, tetapi karena terlalu tahu bahwa ia lemah... dan tetap memilih terjerat.
Claudia Stefanie Blanzie adalah gadis remaja yang memiliki pemikirannya sendiri tentang berbagi rasa sesama manusia, tidak terbatas hanya emosional saja melainkan sentuhan fisik yang nyata.