Di Balik Pintu Nomor 7

Di Balik Pintu Nomor 7

  • WpView
    LECTURI 2
  • WpVote
    Voturi 0
  • WpPart
    Capitole 1
WpMetadataReadPentru adulțiComplet lun, noi 3, 2025
Asrama tua itu selalu menyimpan bisik-bisik yang sama ada satu pintu yang tidak boleh disentuh, tidak boleh dilihat terlalu lama, bahkan tidak boleh didekati. Pintu dengan angka 7. Winona Ardelia, murid pindahan yang keras kepala, sama sekali tidak percaya pada gosip murahan. Baginya, semua itu hanya cara murid-murid lama menakut-nakuti pendatang baru. Sampai sebuah malam, ia mendengar suara samar dari balik pintu yang katanya kosong. Sejak saat itu, Winona merasa ada sesuatu yang berbeda di lorong gelap asrama tersebut. Seseorang-atau sesuatu-seakan terus mengawasinya. Dan semakin ia mencoba berpaling, semakin pintu itu seolah memanggilnya untuk mendekat. Namun, ada hal yang tidak pernah Winona bayangkan: bahwa di balik misteri pintu nomor 7, tersimpan rahasia yang akan mengikatnya pada seseorang... dan juga pada sesuatu yang seharusnya tidak pernah ia temui.
Toate drepturile rezervate
Alătură-te celei mai largi comunități de povestiri din lumePrimește recomandări personalizate de povești, salvează-ți favoritele în biblioteca ta și comentează și votează pentru a-ți dezvolta comunitatea.
Illustration

S-ar putea să-ți placă și

  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Define the Relationship
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Almost Married (On Going)
  • Kembang Desa
  • EKSKALASI
  • Dangerous Deal S1-S2 (on going)
  • R É G A L I S [REVISI]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Mai multe detalii
WpActionLinkLinii directoare referitoare la conținut