High School Era ; Cortis

High School Era ; Cortis

  • WpView
    LETTURE 150
  • WpVote
    Voti 21
  • WpPart
    Parti 2
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione ven, ott 10, 2025
WpInfo
Narrativa
Storie d'Amore
Hidup Ian tuh kayak serial komedi yang nggak pernah tamat. Bangun kesiangan, ke sekolah naik skateboard, ribut sama guru, terus somehow masih bisa ketawa di tengah kekacauan. Lalu datanglah beberapa murid baru - yang kelihatannya kalem, cool dan sopan. Tapi nyatanya? malah sama persis seperti dirinya atau lebih parah. Bersama mereka setiap hari bukan belajar, tapi survival. Sekolah? Atau Sirkus? - Kisah Ian dan Cortis.
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • INTROVERT ITU PACARKU  [Seni Memahami Caka] || [TAMAT]
  • Sweet Home -Tentang Kita yang Memilih Tinggal NOMIN FT JISUNG
  • CINTAKU NYANGKUT KE JURAGAN EMPANG (BXB)
  • Yang Mereka Panggil Si Cuek
  • TRANSMIGRASI SI PENIKMAT GOSIP (BL)
  • Boys In The Kost [END]
  • KELUARGA ATMODJO [hiatus]
  • Oneshot XingQiu/Qiu Harem

[SUDAH TERBIT EBOOK DI GOOGLE PLAY DAN PLAYBOOK] Masa kuliah Lima yang B aja berubah saat dia kena angin antah berantah hingga membuatnya merhatiin Caka terus-terusan. Cowok pendiam-teman sekelas yang selama ini bahkan nggak masuk daftar cameo dalam hidupnya. Nggak cukup disana. Semesta yang kadang kidding malah memperkenalkan mereka di ruang komputer gara-gara donat sialan yang bikin Lima kelabakan kayak ayam mau bertelur sembilan. Ganteng? Baik? Atau karena glowing paripurna sampai ada grup kampus buat penelitian kulit Caka? Enggak! Lima nggak mikirin semua itu waktu pertama kali berhadapan dengan Caka sedekat itu. Justru manik leher Caka yang membuatnya ternganga lupa kalau cowok itu bukan siapa-siapa. Anehnya, sejak kejadian ruang komputer itu, kebetulan-kebetulan lain muncul seperti semesta merestui interaksi kecil mereka. Sampai puncaknya, gara-gara mulut lemes Sora, lidah Lima malah kepleset ngajakin Caka pacaran. Nggak ada briefing. Nggak ada persiapan. Semuanya serba tiba-tiba kayak tahu bulat di goreng dadakan. Awalnya pesimis, cowok itu bakal nolak dia dilihat dari kepribadiannya dalam kelas. Tapi nyatanya Caka bilang 'Ya'. Dan dari satu kata 'ya' itu, hubungan seorang Lima yang cerewet, neting-an dan posesif dengan Caka yang kalem, lempeng, lurus-lurus aja, dimulai.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti