Bagiamana rasanya menjadi orang yang biasa-biasa saja?
Nala, perempuan dengan label biasa-biasa saja ini, tidak ada prestasi mentereng yang bisa dibanggakan, tidak ada wajah cantik yang bisa dipamerkan, tidak ada skills yang bisa ditonjolkan, semua serba biasa saja.
Dengan kebiasa-biasaanya, ia berani jatuh cinta pada sahabat karib temannya yang terkenal dingin. Ia berusaha menunjukkan sisi dirinya, berharap laki-laki itu meliriknya.
Namun, bukan sambutan atau perlakuan baik yang ia dapatkan, tetapi, malah ia makin terpojok ke dalam jurang luka masa lalu. Laki-laki itu bahkan sama sekali tidak memberi ruang untuk Nala mendekatinya, mengatakan dengan terang-terangan, bahwa Nala tidak masuk dalam tipenya.
Nala, pada akhirnya memilih untuk mundur. Dia merasa tidak ada peluang untuk memperjuangkan hal ini. Dia memilih untuk mengakhiri perjalanan konyol ini, dimana hanya dia yang berperan mati-matian di dalam.
Nala pergi, menata masa depannya yang sempat tersingkir, hanya karena berusaha merebut hati sang pangeran es. Kali ini, ia menetapkan dalam hatinya, bahwa ia dengan mantap tidak akan lagi jatuh cinta, dan memilih untuk menyendiri seumur hidupnya.
Sampai, sebuah momen dan pengakuan, membuatnya ragu memantapkan hatinya untuk sendiri seumur hidupnya.
"Cowok pakai earphone, topi warna hitam arah jam satu"
Alexa reflek menoleh, mengangkat sebelah alis bertanya.
"Gue mau nantang lo buat bikin tuh cowok jatuh cinta bahkan tergila-gila sama lo. Ya-itu pun kalo lo bisa"
"Gak. Jawabannya tetap gak."
"Claudia suka banget bahkan tergila-gila sama dia, lakuin berbagai cara supaya gak ada cewek yang berani dekat-dekat sama tuh cowok, kalo sampai lo berhasil buat tuh cowok jatuh cinta bahkan bucin mampus-"
"Ok deal."
Dan, itu adalah awal mula kisah Alexa dan Aldrich dimulai.
***
Aldrich Shaquille Mc Muller
Blasteran Brasil-Indonesia.
Most Wanted Boy dengan predikat terpanas tahun ini dikalangan siswa siswi di negaranya sekaligus cucu pemilik Muller Internasional School. Sekolah Internasional yang terkenal dengan fasilitas terlengkap dan biayanya yang fantastis.
Tampan
Kaya-raya
Dingin
Tak tersentuh.
Calon penerus perusahaan terkemuka 'Muller Corporation'' Cucu kesayangan William Mc Muller. Konglomerat sekaligus pemilik Muller Internasional School.
Terlalu di manjakan, menjadikan Ia sosok yang tidak suka dibantah. Apapun yang diinginkan Cucunya. William Mc Muller akan selalu menuruti.
Tetapi, ada satu hal yang sulit untuk William Mc Muller turuti dari keinginan Cucunya. Biasanya sang Cucu hanya meminta barang, pulau, villa dan berbagai macam perintilan kecil lainnya.
TAPI INI?
Kenapa Cucunya malah meminta Seorang Gadis kepadanya?
Apalagi setelah mengetahui asal-usul Gadis itu yaitu Anak bungsu dari Keluarga Louis.
Perlu di garis bawahi. LOUIS
Musuh dari keluarga Muller!
Alexandra Qotrunnada Louis
(Murni dari otak author)
(⚠️Jangan ada plagiat!)