THE MARIONETTE GAME

THE MARIONETTE GAME

  • WpView
    Reads 70
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing57m
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 1, 2025
WpInfo
Fiction
Mystery
Cathaline bukanlah manusia biasa. Ia adalah boneka porselen hidup - ciptaan dari garis pembuat spirit doll kuno - yang dikendalikan oleh Arthur, sosok misterius yang berkomunikasi hanya lewat perintah dingin dan tak terbantah. Tugasnya sederhana namun kejam: membunuh tujuh orang sebagai bagian dari ritual kelam yang mengikat jiwa dan tubuhnya. Tujuh korban telah jatuh secara beruntun. Sekolah elit Nocturnalisym di Jerman berubah menjadi panggung kepanikan dan paranoia. Cathaline tetap memainkan perannya dengan sempurna - menjadi siswi lemah lembut dan religius - sambil menyembunyikan retakan di balik kulit porselennya. Namun semuanya berubah ketika Keith muncul. Keith adalah mantan pembunuh berantai yang pernah dikurung... lalu menghilang. Tatapannya tajam, senyumnya penuh manipulasi - dan entah kenapa, ia bisa melihat retakan yang tak terlihat oleh manusia lain. Alih-alih membongkar Cathaline, ia justru menawarkan kerja sama. Bukan untuk menyelamatkan dunia - melainkan untuk membalikkan permainan. Sebab Arthur ternyata bukan hanya dalang pembantaian itu - ia adalah keturunan terakhir dari keluarga pembuat spirit doll Tiongkok kuno yang telah mengikat Cathaline ke dalam takdirnya. Arthur tidak hanya mengendalikan Cathaline... ia juga menyimpan rahasia kelam yang bisa menghancurkannya sepenuhnya. Kini permainan berubah arah. Boneka yang dulu dikendalikan, Bersama sang pemburu yang kehilangan arah, Berbalik mengguncang sang pencipta. Apakah Cathaline akan benar-benar bebas? Atau ia hanyalah pion yang berpindah tangan dalam permainan yang lebih besar? Selamat datang di The Marionette Game. Di sini, bukan manusia yang menentukan nasib... melainkan yang paling pandai berpura-pura menjadi hidup.
All Rights Reserved
#768
doll
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mawar Terakhir | (COMPLETED)
  • C | Senja Terakhir Kita
  • Di Balik Nama Dirayasa.
  • ALEA: Gerbang Ketiga-Di Balik Pintu Tak Bernama
  • Resah
  • Hak Milik Arissa Aura Sofea | Ongoing
  • CONSUME; FORBIDDEN FEELINGS
  • C || TUAH AKALIL : THE BEGINNING

Maysarin × Esra Wildan (karya 1) ----- 7/11/2023 - 13/1/2024 ----- Masa kecil Maysarin tidak indah seperti orang lain. Disaat dia dilayan buruk oleh ibu kandungnya sendiri, ada orang asing yang sanggup menghulur tangan untuk membelanya dengan baik. May tiada pilihan sebaliknya terima huluran tersebut lalu pergi jauh tinggalkan dukanya. Setelah meningkat dewasa, May kembali untuk tuntut haknya sebagai anak. Kehadiran Esra Wildan yang mengaku kenal dia sedari kecil membuahkan rasa ingin tahu dalam hati Maysarin. Siapa lelaki itu? Kenapa dia tiada memori tentang lelaki itu? "Awak siapa Es? Saya betul-betul tak ingat. Cerita lah detail lagi, mana tahu saya boleh ingat." - Maysarin "Itu tugas awak untuk ingat semula, saya tak akan bagitahu." - Esra Wildan. Cis! Lelaki itu memang banyak helahnya. Namun sedikit sebanyak sikap santainya buat May jadi selesa. Mereka kahwin dan hidup bahagia tanpa gangguan sebaliknya kisah silam yang terbongkar satu demi satu membuatkan May jadi rapuh. Dia boleh jatuh terduduk bila-bila masa sekiranya tiada Esra dibelakangnya. Kematian orang yang baik dengannya membuatkan May jadi semakin berani melangkah ke depan. Namun pahit untuk ditelan, musuh sebenar adalah darah dagingnya sendiri. "Kau ni May memang lahir untuk hidup malang. Tuhan pun benci anak haram macam kau. Takdir? Takdir kau balik-balik buat orang yang dekat dengan kau mati dan kau akan dicaci maki sebab berpunca dari kau. Seperti sekarang ni lah, aku maki kau sebab kau buat ayah kau mati." - Puan Amelia "Bila fikir balik kan... May ni memang bawa sial." - May "Tiada orang yang lahir malang ke dunia. Tiada orang yang hidupnya bawa sial. Apapun yang terjadi, kita sebagai hamba-Nya harus berpegang pada takdir. Ajal maut bukan urusan kita." - Esra Ah! Andai saja lelaki itu bukan suaminya pasti sekarang dia sedang terkontang-kanting bertahan sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines