Adhira Mahesvara Aditya hanya ingin menyelesaikan skripsinya... bukan menemukan seseorang yang membuatnya ingin tinggal. Datang dari kehidupan kota sebagai anak pengusaha, Dira terbiasa dengan segala hal yang pasti.Termasuk hubungan yang ternyata perlahan menghancurkannya. Bersama pacarnya yang posesif Arsen, hidup terasa semakin sempit... sampai ia memutuskan pergi ke desa, ke rumah mbahnya, untuk mencari tenang. Dira tidak pernah benar-benar punya tempat untuk pulang. Di sana, ia bertemu Raka Pradipta Bagaskoro. Seorang Petani yang sederhana, tenang, dan selalu tahu cara membuatnya merasa "cukup" tanpa banyak kata. "Yen kesel... ojo mlayu terus. Kadhang, mandheg kuwi luwih perlu." ( kalau capek..... jangan terus dikejar. Terkadang Berhenti itu lebih penting ) Bersama Raka, segalanya terasa pelan. Terlalu pelan... sampai Dira mulai merasakan sesuatu yang seharusnya tidak ia rasakan. Karena Raka bukan miliknya. Dan tidak pernah seharusnya menjadi miliknya. Ketika cinta, adat, dan harga diri saling bertabrakan, apakah "pulang" masih bisa menjadi pilihan? Atau... mereka hanya akan menjadi dua orang yang pernah saling menemukan, di waktu yang salah?
Más detalles