Emphaty.

Emphaty.

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 2, 2025
WpInfo
Fiction
Historical
Blurb; Namaku Eline Baskara, tapi semua orang memanggilku Eli. Tahun itu, kota ini dipenuhi suara teriakan, asap, dan dentuman yang tak pernah benar-benar hilang dari telingaku. Jalanan berubah menjadi lautan manusia-mahasiswa, buruh, pedagang kecil, bahkan anak-anak seusia adikku yang ikut berlari tanpa tahu sedang melawan siapa. Aku bukan pahlawan, bukan pula orator yang berteriak di atas mimbar. Aku hanya seorang gadis yang kebetulan menyaksikan negeri ini retak dari jarak terlalu dekat. Ayahku seorang dosen yang dicekal karena dianggap "berbahaya", ibuku ketakutan setiap kali aku keluar rumah, dan sahabat-sahabatku memilih jalan yang berbeda-ada yang turun ke jalan, ada yang memilih diam, dan ada yang hilang begitu saja tanpa kabar. Dalam catatan harianku, aku mencoba memahami: mengapa rasa sakit bisa lahir dari perbedaan suara? Mengapa kebebasan selalu harus dibayar dengan darah?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SINGASARI, I'm Coming! (END)
  • Asmaranala
  • Permaisuri Palsu dan Harem Yang Kucuri
  • ✅ SUAMI KAISAR
  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]
  • 𝐒𝐓𝐎𝐑𝐘 𝟏𝟗𝟔𝟓 ║𝐏𝐈𝐄𝐑𝐑𝐄 𝐓𝐄𝐍𝐃𝐄𝐀𝐍
  • Para ibu generasi tahun 60-an dimanipulasi secara mental
  • Duchess of Valtor

Kapan nikah??? Mungkin bagi Linda itu adalah pertanyaan tersulit di abad ini untuk dijawab selain pertanyaan dimana sebenarnya jasad I Gusti Ketut Jelantik dikebumikan. Kurangkah dia berikhtiar? Lalu apa namanya kegiatan blind date yang harus Linda lakoni setiap akhir pekan selama empat bulan, tentu atas prakarsa sang Mama tercinta. Apa juga salah Linda jika hingga saat ini tidak menemukan sosok pria dari pasangan Blind date yang cocok. Giliran Linda merasa cocok malah si pria yang merasa tidak cocok. Apalagi tidak jarang justru pria aneh yang ditemuinya. Walaupun memang kelakuan murid - muridnya jauh lebih aneh. "Mama nggak mau tahu, pokoknya kamu harus ketemu anak temen mama weekend ini. Nggak ada alasan, Titik!!!" "Please Mama, Linda capek, libur dulu deh dua Minggu yaa... yaa... pulang ke Bandung weekend itu bikin darah tinggi, macet parah Mama!" "No... No... No!!!" "Mama... Ah pusing... Linda mending kabur aja!!!" "Ide bagus itu, kalau bisa pergi ke tempat yang Mama nggak bisa hubungin kamu!!! Yang jauh biar kamu sekalian dipecat jadi ASN!" Percakapan antara aku dan Mama yang berjarak sekitar 152 km itu dalam sekejap berubah berjarak ratusan tahun. Aku akhirnya benar-benar berada di tempat yang tak akan terjangkau bahkan oleh Mama. Berada di kerajaan dengan catatan sejarah paling berdarah. Apakah aku telah dikutuk oleh ibuku seperti Malin kundang? Atau karena namaku MALINda Rengganis Puteri, jadi nasib kamipun sama? "MAMA... LINDA MAU PULANG!!!" PERHATIAN!!! Jangan terlalu mempercayai apa yang anda baca. Cerita ini hanya fiktif belaka, jika ada beberapa kesamaan nama, tokoh, karakter, tempat, waktu dan peristiwa berarti sebagian cerita diangkat dari kisah nyata dalam sejarah.Tidak ada kesengajaan untuk membuat kontroversi tetapi hanya bermaksud sebagai hiburan semata.

More details
WpActionLinkContent Guidelines