Aisyah hanya tahu satu perkara - menunggu.
Menunggu balasan rasa yang dia simpan rapi sejak hari pertama mengenali Arif. Diari menjadi saksi, doa menjadi teman, dan kesabaran menjadi senjata.
Namun, sampai bila hati harus diam?
Sampai bila perasaan hanya menjadi rahsia?
Arif pula, bukan tidak punya rasa... tetapi dia memilih untuk menahan. Baginya, cinta harus hadir dengan cara yang benar, bukan sekadar luahan tanpa arah.
Dalam penantian penuh air mata dan doa, akhirnya Allah menghadiahkan jawapan paling indah. Saat lafaz ijab kabul menggema, penantian panjang itu berakhir dalam ikatan suci.
Todos los derechos reservados