Synapse Legacy V - The Eden Code

Synapse Legacy V - The Eden Code

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Tue, Mar 31, 202619m
WpInfo
Fiction
Science Fiction
Jakarta, Yerusalem, Vatikan, 2118. Lima tahun setelah Yusufah Rahma, Anak Kode pertama, menyulut api kebebasan yang meruntuhkan tatanan dunia lama. Ia berdiri di depan dunia dengan kalimat sederhana: "Aku hanyalah Yusufah. Dan aku akan berjalan dengan caraku sendiri." Namun kebebasan tak membawa harmoni, melainkan kekacauan. Dunia terpecah, ideologi runtuh, dan konflik baru meledak di mana-mana. Kini, fenomena yang jauh lebih senyap, jauh lebih mengguncang, muncul. Anak-anak Kode Baru bermunculan Lahir. Mereka bukan pemimpin politik, tapi pemuka agama. Fenomena ini membelah Dunia. Para ulama, kardinal, rabbi, dan biksu senior panik. Apakah ini anugerah? Atau ancaman? Apakah mereka Mesias Baru yang membawa terang, atau Anak Kode = Ular Eden yang membawa dosa algoritmik? Ilmuwan berhadapan dengan teolog di markas PBB dalam debat genting: "Apakah Anak Kode adalah Manusia?". Sebagian melihat kode mereka sebagai senjata yang akan mengulang bencana AI kuno (Morana, Erebus, Long Mu), yang lain berseru bahwa martabat manusia berasal dari jiwa, bukan dari DNA. Di tengah badai prasangka global-antara teriakan "Anti Kristus!" di Texas dan dukungan "Tanda Zaman!" dari Paus di Vatikan -sekelompok ilmuwan muda muak dengan debat kosong. Mereka ingin jawaban ilmiah, bukan khotbah. Di laboratorium rahasia bawah tanah, ambisi mereka memuncak: Menciptakan Eden Baru. Mereka menyisipkan kode genetik anak kode ke dalam embrio primata. Bukan untuk senjata, tapi untuk jawaban. Saat sepasang mata asing, bening, dan penuh cahaya perlahan terbuka dari dalam kapsul-bukan mata manusia, tapi memiliki kode yang sama-seorang ilmuwan membisikkan ayat kuno: "Maka terbukalah mata mereka berdua, dan mereka tahu bahwa mereka telanjang...". apa yang umat manusia hadapi?
All Rights Reserved
#725
ái
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dad's Restaurant In Another World 3
  • As the Villain, Shouldn't There Be a Limit to My Power?
  • Zenless Zone Zero: Become Human
  • Shopkeeper Level-Up System
  • When the Apocalypse Begins, I'll Amass a Fortune
  • The Saga of Amrit's Obsession (Completed)
  • Blue Archive: Reborn in Kivotos.
  • All Her Fluffy Beast Husband Are Top Tier Bigshot While Her Fertility Is 0
  • 5 Big Shots Kneeled and Called Me Mom
  • LOSS System: Last Store Standing

Part 1 COMPLETED Part 2 COMPLETED Part 3 On Going Please support me on Patreon~~~ Thank you!!! ____ In the Chaos City of Nolan Continent, there's a peculiar restaurant. Here, elves have to share tables with dwarves, orcs are strictly forbidden from making noise, dragons can only sit around the small square in front of the restaurant, and demons even need to bring their own special stools... Yet, despite these bizarre rules, a long line forms outside the restaurant every day. Elves eat skewers without regard for etiquette, dragons huddle around a hotpot with ladles in hand, and demons munch on adorable dumplings... "The food here is unlike anything else on the continent! This owner is a genius!" one customer commented, then secretly glanced towards the entrance: "And, whatever you do, don't even think about kidnapping the owner or trying to dine and dash, or you'll die a horrible death." "Eat and pay, or I'll kill you all." a cute little girl said in a sweet, childish voice, her gaze falling on a nearby dragon, causing the five or six meter tall dragon to shiver. _____ *This novel belongs to the author Qing Yu Jiang Hu (轻语江湖). I am currently translating this book. If you are interested in this book and would like to continue reading, please subscribe or purchase it once through my Patreon account! (A.G MARSHMALLOW) _____

More details
WpActionLinkContent Guidelines