Jika kamu membaca ini, temui aku di bawah seratus cahaya.
***
Malam itu, langit penuh cahaya kecil yang melayang pelan. Raina masih bisa mengingat wajah Kai yang tersenyum di bawah ribuan lampion.
Mereka berjanji-entah dengan kata, entah dengan tatapan-bahwa festival lampion itu akan jadi kenangan paling indah.
Tapi esok harinya, Kai pergi. Rumah kosong. Nomor ponsel mati. Orang tuanya tak bisa dihubungi.
Raina menunggu. Berhari-hari. Berminggu. Bertahun.
Sampai pada suatu malam, tepat di festival lampion berikutnya, wajah Kai muncul di layar kaca. Kai, sahabat kecilnya, kini menjadi bintang yang dipuja banyak orang.
Raina menatap layar itu, hatinya bergetar.
"Kalau aku menulis sesuatu untukmu, Kai... apakah kau akan ingat?"
All Rights Reserved