Synapse Legacy VI - The Forbidden Breed

Synapse Legacy VI - The Forbidden Breed

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Tue, Apr 21, 2026
WpInfo
Fiction
Science Fiction
TAHUN 2137. ILMU PENGETAHUAN BARU SAJA MENCIPTAKAN BUAH TERLARANG. ​Di panggung konferensi internasional Jenewa, Dr. Elena Novikova membuat pengumuman yang mengguncang dunia: kode genetika manusia telah berhasil ditanamkan ke dalam DNA primata. Hasilnya? Simpanse yang belajar membaca, mengenali pola, dan menyusun kalimat sederhana. Otak mereka berkembang dengan kecepatan yang tak terbayangkan. Pintu evolusi baru telah terbuka, namun Elena menutup pidatonya dengan kalimat yang menghantui: "Pertanyaannya adalah-apakah kita siap menghadapi akibatnya?". Ketika dunia disibukkan dengan perdebatan filosofis dan persiapan perang menggunakan primata kode, Dr. Havel menemukan kengerian yang lebih besar di Kongo: virus hutan telah berubah menjadi "pena biologis". Virus ini tidak hanya menyalin dirinya sendiri, tetapi juga menyalin potongan kode sintetis dari primata kode, lalu menyebarkannya ke primata liar melalui infeksi alami-fenomena yang disebut Horizontal Code Transfer. Apakah dunia akan sama setelah hal ini?
All Rights Reserved
#487
ai
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • De Jure, De Facto
  • SIAPA? ( yushi x riku )
  • Harsa nandikara
  • Change The Plot (Niel) ✓
  • extra life
  • Blue Orbit
  • Setelah Beranjak Dewasa, Aku Menjadi Idola Sekolah
  • Aqeela humaira az-zahra
  • Bloodbound (END)

Sebagai Presiden Mahasiswa UPH dan pewaris Vajra Nexus, Shankara Pradipta Wajrayendra terbiasa mengendalikan segalanya. Di sisi lain, Lavanya Neraida Widyaningrat, Ketua HIMA Hukum UPH yang kritis, tidak pernah takut mendebat otoritas Shankara demi keadilan. Dua kutub dominan yang kerap bersitegang di ruang rapat ini tiba-tiba dihadapkan pada satu realitas mutlak: aliansi bisnis dan reputasi keluarga menyatukan mereka dalam satu ikatan perjodohan yang tidak bisa digugat. Secara hukum mereka terikat perjodohan, tapi secara fakta apakah mereka saling terikat? Di antara ego yang tinggi, benturan prinsip, dan tuntutan keluarga, Shankara dan Lavanya harus memilih: menjadikan pernikahan ini sebagai kesepakatan hitam di atas kertas, atau membiarkan rasa kalah oleh logika masing-masing.

More details
WpActionLinkContent Guidelines