Freedom in Love

Freedom in Love

  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 2, 2025
Kalau kamu berpikir, ini adalah kisah cinta antara dua manusia yang rumit, kamu salah. Ini adalah kisah cinta antara dua manusia berandal yang bertemu dalam ketidaksengajaan dan bersatu dengan perjuangan. Iya, perjuangan oleh keduanya. Sang lelaki, berjuang untuk mendekati dan memikat hati. Dan sang gadis, berjuang untuk pergi dan menghindari. Mereka tidak rumit, tapi mereka juga tidak mudah untuk dipahami. Berandal, namun tidak begitu nakal. Berakal, namun tidak begitu handal. Bebas, namun tidak begitu lepas. ઇઉ•────°࿐ "Gue mau pake bikini." "Gue mau dugem sampe besok." "Gue mau balapan." "Boleh, sayang. Bebas." "Lo cinta gak sih sama gue?!" "Banget. Tapi gua gak mau kekang lo. Cinta itu tentang kepercayaan, dan gua percaya sepenuhnya sama lo. Selama masih bisa gua pantau dan gua jaga, lo bebas." ઇઉ•────°࿐ •• Cerita ini hanya memiliki sedikit konflik, jadi cocok buat kalian yang mau healing dari kehidupan nyata. •• Area 18+, karena mengandung kata-kata kasar, perilaku kasar, dan kegiatan dewasa. •• Follow - Vote - Komen. •• Tips :: Capai target untuk mendesak miemin buat up secepatnya! LOVE Y'ALL!!!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines