Story cover for IVORY FLAMES by aurafah
IVORY FLAMES
  • WpView
    Reads 450
  • WpVote
    Votes 51
  • WpPart
    Parts 6
  • WpView
    Reads 450
  • WpVote
    Votes 51
  • WpPart
    Parts 6
Ongoing, First published Oct 01, 2025
Ophelia Weningrum, nama yang jarang disorot itu merupakan diva muda yang sedang sibuk mencari jalan untuk meraih mimpinya di panggung opera. Dengan gemerlap sorot lampu, ia hanya seorang perempuan yang sedang berjuang meraih satu persatu mimpinya tanpa seorang pun mendukung. Meninggalkan nama belakang serta mengacuhkan segala cercaan. Ophelia berjuang sendirian hingga satu nama yang tidak pernah terpikirkan olehnya mengulurkan tangan, menawarkan sebuah perjanjian menggiurkan. 

Maheswara Lesmana Whitmore, anak sulung dari keluarga tersohor yang namanya jarang disebut namun dapat dengan mudah mengguncang finansial negara. Di umur yang sudah cukup matang seharusnya ia sudah mewarisi seluruh kekayaan keluarga, tetapi dengan syarat bodoh yang keluarganya berikan membuat Maheswara menempuh jalan 'Memalulan'. 

Ketika takdir mempertemukan mereka, cinta dan kepentingan menyatu dalam sebuah kontrak yang rapuh. Ophelia mencari kebebasan, Maheswara mencari hak. Namun di balik janji pernikahan dan kilau kejayaan, mereka harus berhadapan dengan rintangan.
All Rights Reserved
Sign up to add IVORY FLAMES to your library and receive updates
or
#881protektif
Content Guidelines
You may also like
Nala dan Mas Juragan by xpnsvac
42 parts Ongoing
Cerita ini ada di paijo juga. --- Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.
You may also like
Slide 1 of 10
Nala dan Mas Juragan cover
Stand by Me cover
I'm the male lead's wife? cover
EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END] cover
Rencana Pensiun Dini Nona Villain cover
Nakula cover
Hello Mr. Komrad cover
EKSKALASI cover
Possessive Boss cover
Salah Status cover

Nala dan Mas Juragan

42 parts Ongoing

Cerita ini ada di paijo juga. --- Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.