Hello, Uncle (Selesai ✅)

Hello, Uncle (Selesai ✅)

  • WpView
    GELESEN 1,611
  • WpVote
    Stimmen 31
  • WpPart
    Teile 104
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Fr., Okt. 10, 2025
Saat SMA, orang tua Jiang Yanwei bercerai. Ayahnya menikahi selingkuhannya yang berusia dua puluh tahun, yang juga memiliki seorang putra. Jiang Yanwei merasa tak sanggup lagi hidup seperti ini. "Kau membuatku jijik, dan aku juga bisa membuatmu jijik. Kita lihat siapa yang akan marah!" Tatapannya beralih ke sahabat ayahnya, jenius bisnis paling dikagumi Qincheng, pria yang ia panggil "paman"... Sebuah kisah klise tentang chuunibyou versus pria licik, pria yang lebih tua darinya, sebuah akhir bahagia yang klise. Ini adalah kisah yang mencoba bermain trik tetapi akhirnya terjebak di dalamnya.
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Nala dan Mas Juragan
  • Salah Status
  • Prahara Lamaran [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Nakula
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Kembang Desa
  • Stand by Me (END+LENGKAP)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien