Harry Potter dan Makan Bergizi Gratis

Harry Potter dan Makan Bergizi Gratis

  • WpView
    Reads 82
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 2, 2025
WpInfo
Fiction
Fantasy
Setelah berhasil bertahan hidup dari serangan Voldemort, Harry memasuki tahun ketiganya di Hogwarts. Namun kali ini ancaman bukan datang dari penyihir gelap, melainkan dari meja makan. Program "Makan Bergizi Gratis" Kementerian Sihir digadang sebagai program perbaikan gizi untuk semua penyihir muda di Inggris. Namun setelah ratusan penyihir mengalami gejala keracunan, Harry mulai curiga bahwa ada niat gelap di balik program tersebut. Catatan: Fan fiction Harry Potter, canon divergent (tidak ada dementor menyerang Harry di perjalanan). Hak cipta cerita asli dimiliki JKR.
All Rights Reserved
#563
potter
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Transmigrated as the Villainous Omega Prince [ END ]
  • The Wicked Wife's Past Strikes Back
  • Perfect Antagonist (end)
  • KENRA; Antagonis Pengganti
  • The Grand Duke Obsession (END)
  • Binar Rembulan~Transmigrasi
  • MORGAN
  • Perfect Mom, Perfect Wife ♧END♧
  • Terjebak Di Novel Psycopath

Eryos William, seorang pria lembut dan penyayang, tiba-tiba terbangun dalam tubuh Gabriel Rainer Lev Oldene omega pangeran antagonis yang paling dibenci di kekaisaran. Ia masuk tepat di malam tragis ketika Gabriel terlibat skandal dengan Grand Duke Arnos Edward De Garland, seorang Alpha dominan yang kemudian dipaksa menikahinya. Dalam alur asli novel, Gabriel menjalani pernikahan penuh kebencian, hidup terhina, dan berakhir tragis tanpa seorang pun peduli. Namun kini jiwa dalam tubuh itu adalah Eryos bukan sosok licik dan kejam, melainkan hati yang tulus dan tak tahu cara membenci. Di dunia Omegaverse yang keras dan penuh intrik istana, Eryos harus bertahan sebagai "antagonis" yang sudah terlanjur dicap buruk. Bisakah kelembutannya mengubah takdir yang seharusnya berujung kematian? Ataukah ia tetap akan terseret pada akhir yang sama?

More details
WpActionLinkContent Guidelines