Story cover for Let The Rain Fall by V_anilalatt3
Let The Rain Fall
  • WpView
    Membaca 68
  • WpVote
    Vote 3
  • WpPart
    Bab 24
  • WpView
    Membaca 68
  • WpVote
    Vote 3
  • WpPart
    Bab 24
Bersambung, Awal publikasi Okt 01, 2025
Zrasshhh!

"Ayahhhh!" teriak seorang anak laki-laki yang berlari ke tengah jalan raya saat melihat ayahnya tergeletak di sana. 

"Lingga? Kamu gapapa kan, Nak?" tanya laki-laki paru baya usai mendorong anaknya ke tepi jalan hingga jatuh terduduk. Kini, sang anak bersimpuh di hadapannya dengan tangis dan menggenggam erat tangannya yang bersimbah darah.

"Ayah ...." Ia tergugu menangis saat tangan sang ayah yang telah membelai lembut pipinya terayun ke udara dan berakhir tergeletak lemah. "Ayahhhh!" Panggilannya berganti teriakan saat binar mata sang ayah tertutup sepenuhnya. Hujan malam itu membawa serta darah segar sang ayah.

"Ayah tiada karena menyelamatkanku, karena menuruti kemauanku ...."

***

"Kakekkk!" Gadis yang masih dengan seragam SMA-nya itu berlari ke ruang UGD di mana laki-laki paruh baya tergeletak lemah. Dengan tangis histerisnya, ia memeluk sang kakek dengan erat. Napasnya bahkan masih tercekat saat duduk di samping kakeknya. 

"Sudah selesai olimpiadenya?" tanya laki-laki itu dengan suara parau. Cucunya masih tergugu menangis, pasalnya kemarin sore ia masih sehat bugar bahkan mengantar gadis itu daftar OSK dengan mobil saat hujan deras melanda. 

"Kek," panggil gadis itu saat tangan kakeknya mengusap air mata di pipinya.

"Rain cucuku harus berhasil," ucapnya sambil tersenyum.

Tit! Tit! Tit!

Suara yang membuat gadis itu menangis histeris, "Kakekkkk!" juga suara yang membuatnya trauma. "Kek, tolong hidup lebih lama lagi untukku, Kakekku masih sehat!" racaunnya sambil memeluk tubuh gagah bekas anggota tentara itu.

***

Ada yang lebih berat dari rindu yang tidak bisa diobati, ikhlas. Bagaimana Rain dan Lingga menerima kematian kedua orang yang paling berharga di hidupnya?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Let The Rain Fall ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#22fatherless
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
Forever mine oleh AuroraSecretum
58 bab Bersambung
Prolog "Gila, sadis banget si Xavier." "Aluna juga tolol banget-udah tahu Canva nggak suka sama dia, masih juga ngejar-ngejar." Zena menatap layar ponselnya dengan ekspresi campur aduk: marah, jijik, dan frustrasi. Baru saja dia menamatkan novel Forever Mine, dan akhir ceritanya benar-benar bikin naik darah. "Udah gitu, Aluna matinya tragis banget. Disiksa di ruang rahasia Xavier cuma karena dia berani bully Sofia? Gila, nih cowok psikopat." Zena mematikan layar. Melempar ponsel ke kasur. "Udah ah, mending gue tidur aja. Capek." Tapi dia tak tahu, malam itu bukan malam biasa. Saat membuka mata, semuanya berubah. Lampu putih. Aroma antiseptik. Dingin. Seseorang menggenggam tangannya. "Aluna sayang... akhirnya kamu sadar juga," ucap seorang wanita lembut, penuh haru. Zena terdiam. Matanya mengerjap bingung. "Maaf, Tante... siapa Aluna? Nama saya Zena." Wajah wanita itu langsung pucat. "Luna, kamu jangan bercanda. Mama panggil dokter dulu ya, sayang..." Zena mematung. Jantungnya mulai berpacu tak karuan. Luna? Aluna... Atmajaya? "Nggak... ini nggak mungkin." Beberapa jam kemudian, dua cewek datang menjenguknya. "Luna, gue yakin ini ulah Xavier!" "Lo baru aja nyiram bakso ke Sofia kemarin, kan?" ucap Rebecca panik. Zena hanya bisa diam. Matanya kosong. "Sial... gue masuk ke dunia Forever Mine." "Dan lebih parahnya... gue jadi Aluna. Cewek antagonis yang bakal mati mengenaskan di tangan Xavier ." Tapi cerita tak berhenti di sana. Karena dalam dunia ini, satu perubahan kecil bisa mengubah takdir. Dan siapa sangka... Alih-alih ingin membunuh, Xavier justru mulai terobsesi... Pada Aluna yang kini bukan lagi Aluna duluh.
I'm Not Just a Figuran oleh izza21_b
60 bab Bersambung
Citra Angraini adalah seorang gadis remaja yang akhirnya meregang nyawa di usia muda. Sedari kecil Citra sudah harus bolak-balik ke rumah sakit karena penyakit yang dideritanya semenjak lahir, Citra sangat suka membaca, terutama novel. Namun siapa yang menyangka Citra yang gemar membaca novel berakhir menjadi salah satu tokoh figuran bernama Sherlyn pada sebuah novel yang terakhir kali dia baca sebelum kematiannya di dunia nyata. Mengetahui tokoh Sherlyn yang akhirnya meninggal pada pertengahan novel berhasil membuat Citra sangat terpukul hingga dia membulatkan tekadnya untuk mengubah nasib Sherlyn melalui perubahan-perubahan kecil yang akan Citra lakukan. ---><--- "Pada novel Sherlyn menolak pertunangan ini, apa yang akan terjadi jika aku melakukan yang sebaliknya?" "Aku harus melakukan perubahan agar nasib Sherlyn juga berubah." "Yang benar saja, di dunia sana Aku baru saja mati, aku tidak mau mengikuti alur cerita ini dan akhirnya aku akan mati pada pertengahan novel." "Siapa yang perduli dengan novel ini, Aku sudah pernah mati sekali dan aku lebih menyayangi hidupku dari apapun." "Sesekali menjadi egois tidaklah terlalu buruk bukan. Maaf Davin aku akan memanfaatkanmu sekali ini aja." . . "Sherlyn ikut gimana baiknya aja." Setelah terdiam selama beberapa saat Sherlyn akhirnya menyetujui usulan pertunangan tersebut. Bagaimana kelanjutan kehidupan Citra di dunia novel? Bagi yang penasaran mampir aja oke . . Rank #🥇 fiance #🥇 fyp #🥇 mostwanted #🥇 teen #🥇 bucin #🥇 geng #🥇 iceboy #🥇 isekai #🥇 figuran #🥇 tenfiction #🥇 sekolah #🥇 fiksipenggemar #🥇 antagonis #🥇 tunangan #🥇 school #🥇 fiksi #🥇 sahabat #🥇 fiksiremaja #🥇 protagonis #🥈 cuek #🥈 baper #🥈 romantis #4 fantasi #5 transmigrasi #10 romance Start : 10/8/25 End : -
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 10
Forever mine cover
The Time cover
Back to Begin Again cover
ATLANTIS 2: PANGLIMA cover
Little Prince  cover
RETAK: Sisi Lain Galen cover
Flutterby cover
I'm Not Just a Figuran cover
Sister's Of Antagonis [ MASIH REVISI ] cover
Leonard cover

Forever mine

58 bab Bersambung

Prolog "Gila, sadis banget si Xavier." "Aluna juga tolol banget-udah tahu Canva nggak suka sama dia, masih juga ngejar-ngejar." Zena menatap layar ponselnya dengan ekspresi campur aduk: marah, jijik, dan frustrasi. Baru saja dia menamatkan novel Forever Mine, dan akhir ceritanya benar-benar bikin naik darah. "Udah gitu, Aluna matinya tragis banget. Disiksa di ruang rahasia Xavier cuma karena dia berani bully Sofia? Gila, nih cowok psikopat." Zena mematikan layar. Melempar ponsel ke kasur. "Udah ah, mending gue tidur aja. Capek." Tapi dia tak tahu, malam itu bukan malam biasa. Saat membuka mata, semuanya berubah. Lampu putih. Aroma antiseptik. Dingin. Seseorang menggenggam tangannya. "Aluna sayang... akhirnya kamu sadar juga," ucap seorang wanita lembut, penuh haru. Zena terdiam. Matanya mengerjap bingung. "Maaf, Tante... siapa Aluna? Nama saya Zena." Wajah wanita itu langsung pucat. "Luna, kamu jangan bercanda. Mama panggil dokter dulu ya, sayang..." Zena mematung. Jantungnya mulai berpacu tak karuan. Luna? Aluna... Atmajaya? "Nggak... ini nggak mungkin." Beberapa jam kemudian, dua cewek datang menjenguknya. "Luna, gue yakin ini ulah Xavier!" "Lo baru aja nyiram bakso ke Sofia kemarin, kan?" ucap Rebecca panik. Zena hanya bisa diam. Matanya kosong. "Sial... gue masuk ke dunia Forever Mine." "Dan lebih parahnya... gue jadi Aluna. Cewek antagonis yang bakal mati mengenaskan di tangan Xavier ." Tapi cerita tak berhenti di sana. Karena dalam dunia ini, satu perubahan kecil bisa mengubah takdir. Dan siapa sangka... Alih-alih ingin membunuh, Xavier justru mulai terobsesi... Pada Aluna yang kini bukan lagi Aluna duluh.