Because Life Is Sweet, We Must Live

Because Life Is Sweet, We Must Live

  • WpView
    Reads 110
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 13, 2025
"Kabito-san, kenapa kau membantuku?" Laki-laki itu hanya menatap awan dan termenung sejenak lalu akhirnya memalingkan wajahnya ke arah Tanjirou. "Ne~, Tanjirou-kun jangan merasa terbebani, aku melakukan ini untuk diriku sendiri". Ia tersenyum-senyum yang tulus dan lembut. Jika biasanya orang mengatakan senyum Tanjirou seperti matahari, maka kali ini Tanjirou hanya bisa bergumam pelan dalam hati: "Mereka harus melihat senyumannya Kabito-san." Tanjirou terdiam, terpaku pada senyum itu. Sementara Kabito masih tersenyum, di dalam pikirannya versi mini dirinya sudah jatuh tersungkur sambil memegangi dada. "Huaaa, Tanjirou sangat imut, bagaimana bisa ada anak seimut ini. Lihat matanya, pipinya mengembul dan juga cara hidungnya mengkerut. Ahhh, aku akan mati, bagaimana bisa ada anak semengemaskan ini. Aku bersyukur bisa datang kesini untuk melindungi semua anak-anak ku."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The King & The Doctor
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine
  • NIGHT NOISES || Romance Horror [SEGERA TERBIT]
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • I Want to Live [END]
  • JEEVANA
  • Second
  • Given || Ju Jihoon

Aresh-seorang Dokter dari zaman Modern tiba-tiba terlempar ke sebuah negeri kuno yang masih ketinggalan zaman. Ia siap untuk mengacak-acak kerajaan mereka dengan kejeniusan, dan ilmu pengetahuannya yang sudah modern. Awalnya Aresh memutuskan untuk membantu mereka dengan menjadi pelayan istana, tapi ... ketika ia teringat bahwa dirinya itu cukup di hargai di tempat asalnya, dia berubah pikiran. "Bersumpahlah kau akan menjadi pelayanku yang setia!" -Raja Shaka "Pelayan? Bodoh ... aku juga ingin menjadi seorang raja." -Aresh

More details
WpActionLinkContent Guidelines