JENSEITES DES FLUCHS - MELAMPAUI KUTUKAN

JENSEITES DES FLUCHS - MELAMPAUI KUTUKAN

  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 6, 2025
Di kerajaan Nachtraben, takhta selalu dibayangi oleh kutukan lama yang tak pernah dipahami sepenuhnya. Elaruna, putri yang diasingkan sejak kelahirannya, tumbuh dalam keterbatasan menara timur-tempat bisikan asing, mimpi ganjil, dan rahasia darah keluarganya berakar. Kehidupannya berubah ketika ia mulai menyadari bahwa pengasingan itu bukan sekadar hukuman, melainkan bagian dari sejarah yang lebih besar, dan bahwa ia sendiri adalah kunci dari masa depan yang tidak pernah dituliskan. Aldebrand, penjaga misterius yang terikat pada menara, muncul sebagai sosok yang memberi jawaban. Tetapi apakah kata-katanya adalah jalan menuju kebenaran, atau justru jebakan yang menyesatkan? Di tengah intrik istana, bisikan bayangan, dan ancaman dari luar dinding kerajaan, Elaruna harus menemukan siapa dirinya dan apa yang akan ia perjuangkan-sebelum sejarah lama kembali menelan segalanya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Permaisuri Palsu dan Harem Yang Kucuri
  • Asmaranala
  • SINGASARI, I'm Coming! (END)
  • 𝐒𝐓𝐎𝐑𝐘 𝟏𝟗𝟔𝟓 ║𝐏𝐈𝐄𝐑𝐑𝐄 𝐓𝐄𝐍𝐃𝐄𝐀𝐍
  • The Palace Stewardess
  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]
  • Duchess of Valtor
  • Para ibu generasi tahun 60-an dimanipulasi secara mental, dan seluruh keluarga m
  • SUAMI KAISAR

Aveline Rosenthal de Arcyne mati sebelum mahkota menyentuh kepalanya. Dikhianati oleh kaisar yang ia cintai. Ketika ia mengulang kehidupan, Aveline tetap melangkah menuju istana, bukan untuk mengubah nasib, melainkan untuk mengendalikannya. Tunangan itu palsu. Mahkota itu umpan. Dan para pria yang dulu melindungi Seraphielle si gadis bermuka dua. Aveline akan merebut mereka satu per satu. Bukan demi cinta, melainkan demi balas dendam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines