Kaila menatap langit yang gelap, seakan bintang pun enggan menemaninya. Dengan suara yang bergetar namun tegas, dia berbisik,
"Walaupun pelbagai masalah datang menimpa, aku akan tetap kuat. Sesakit apa pun yang harus aku lalui... aku akan lawan, hingga ke nafas terakhirku."
Henzo yang selama ini hanya bermain-main dengan perasaannya, terdiam. Dia menunduk, lalu menarik nafas panjang, seolah sedang mengakui sesuatu yang selama ini dia sembunyikan.
"Dari awal... aku hanya menggunamu dalam permainanku. Kau hanyalah bonekaku," ucapnya perlahan, penuh rasa bersalah.
Namun kemudian, matanya mencari mata Kaila, dan suaranya semakin dalam, penuh emosi yang tak mampu lagi ditahan.
"Tetapi... selepas semua masalah yang menghancurkan hidupku, kau hadir. Kau perlahan-lahan menyembuhkan luka-luka yang tak pernah mampu aku sembuhkan sendiri. Dan tanpa aku sedari... aku jatuh cinta padamu.
Alle Rechte vorbehalten