Story cover for The Troublemaker  by bolubakargoreng
The Troublemaker
  • WpView
    LECTURES 6
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Chapitres 1
  • WpView
    LECTURES 6
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Chapitres 1
En cours d'écriture, Publié initialement oct. 02, 2025
"Ups, maaf ga sengajaa," ujar si perempuan dengan baju berantakan dengan sudut sisi yang tampak kotor terkena sisa makanan dan rambut yang terlihat lepek, tampak sekali jika dikuncir asal - asalan, ia tersenyum bodoh pada pria yang berdiri tak jauh dari hadapannya, kemudian menggaruk kulit kepalanya yang terasa gatal.

Si pria yang tak sengaja terkena kuah dari mie instant yang di bawa oleh si perempuan, menghela napas panjang, seolah sudah terbiasa baginya menghadapi sifat clumsy yang sering kali dilakukan si perempuan, ia mencoba tersenyum dengan terpaksa, satu tarikan senyum berhasil ia lakukan, kemudian ia memberi isyarat agar si perempuan mundur dan enyah dari hadapannya.

"Kamu, huh, oke, silahkan nikmati mie instant spesialmu dengan tenang, dan coba hindari saya sewaktu waktu kamu melakukan hal yang membuat saya akan mengusir kamu dari sini, Nidya," ujar si pria yang tampaknya cukup kesal karena kemeja putihnya terbalut kotor dari kuah mie instant.

"Hehehe, siap, sekali lagi maaf ya, mas Dirga," si perempuan menaruh mie instant itu di meja seberang, lalu dengan secepat kilat mengambil sapu tangan dari meja kerjanya, memberikan sapu tangan itu pada pria yang tak sengaja ia tumpahi mie instant, "maaf ya, sayang," ujarnya yang kemudian membuat si pria tampak merona usai mendengar kalimat itu.

Menahan senyum yang hampir lepas, tangan nya kemudian terulur, mengelus rambut si perempuan, "kamu lucu, tapi kamu harus keramas malam ini."
Tous Droits Réservés
Table des matières

1 chapitre

Inscrivez-vous pour ajouter The Troublemaker à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
#264lawyer
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
My Snake Husband : Transmigrasi, écrit par JieSpace
39 chapitres En cours d'écriture
Nara, seorang pekerja kafe part time yang sedang menempuh pendidikan kedokteran, nggak pernah menyangka kalau hobi baca webtoon nya bakal berakhir tragis. Dia terjatuh ke dalam dunia Beastman dan masuk ke tubuh Kyra, karakter cewek jahat yang nasibnya bakal mati mengenaskan. Di dunia baru ini. Dia harus tinggal di gua lembap bareng Kaelan, suaminya yang lumpuh, acuh, tapi ganteng. Belum lagi 2 anak serigala yang hobi menyalak tiap kali melihatnya. Tapi masalah sebenarnya muncul dari suaminya sendiri. Kaelan yang tadinya lumpuh, sekarang sudah sembuh total dan jadi predator paling ditakuti. Parahnya lagi, dia jadi posesif banget! Kaelan nggak mau ada jantan lain yang melirik Kyra barang sedetik pun. Lilitan ekor ularnya bukan hanya di gunakan untuk melindungi, tapi juga untuk menandai kalau Kyra itu hanya miliknya. *** "Mau lari ke mana, Kelinciku? Hutan ini luas, tapi nggak ada tempat sembunyi yang nggak bisa kutemukan." ... "Sekarang, biarkan aku menunjukkan bagaimana cara seekor ular menandai miliknya. Jangan menangis jika lilitanku terlalu kencang untukmu." *** #1 di Bucin & Posesif & Survival [25012026] #1 di Bucin & Fiksi & Survival [19012026] #2 di Fiksi [18012026] #2 di Bucin [17012026] #3 di Fiksi [17012026] #1 di Fantasi & Fantasy [14012026] #1 di Humor [10012026] #1 di Fantasy [09012026] #1 di Doctor [09012026] #2 di Posesif [08012026] #3 di Humor [08012026] #2 di Fantasy [05012026] #3 di Posesif [04012026] #3 di Survival [30122025]
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 10
Unwanted Vows cover
Kiss & Play [21+] cover
Prahara Lamaran cover
OBSESSED cover
After Taste cover
Living With My Ex cover
Merciless Ex Obsession cover
Insatiable Hunger cover
Jodoh di Kamar Sebelah cover
My Snake Husband : Transmigrasi cover

Unwanted Vows

40 chapitres En cours d'écriture

Pernikahan yang didasari atas mandat orang tua membawa Pradipta dan Naysila ke dalam sebuah sandiwara panjang yang melelahkan. Di hadapan Rayden dan Alden, mereka adalah potret orang tua sempurna yang melimpahkan kasih sayang tanpa celah. Namun, begitu pintu kamar tertutup dan suara tawa anak-anak menghilang, kemesraan itu menguap begitu saja, menyisakan keheningan yang menyesakkan dan jarak yang tak kasat mata. ​Pradipta merasa dua putra sudah lebih dari cukup untuk meneruskan garis keturunannya, sekaligus menjadi batas akhir dari kewajibannya sebagai suami dalam ikatan tanpa cinta ini. Dia mengunci rapat hatinya, memastikan tidak ada lagi ruang untuk kehadiran baru yang bisa memperumit keadaan. Baginya, komitmen mereka hanyalah sebatas membesarkan anak, bukan untuk saling memiliki seutuhnya. ​Naysila bertahan dalam dinginnya sikap sang suami dengan ketulusan yang sulit dinalar, mencoba menelan pahitnya penolakan demi keutuhan rumah tangga yang mereka bangun di atas fondasi rapuh. Namun, takdir memiliki rencana lain yang tidak pernah mereka duga sebelumnya. Satu kelalaian membawa mereka pada kenyataan yang paling dihindari oleh Pradipta. Garis dua pada alat uji kehamilan itu menjadi awal dari babak baru yang penuh ketegangan, memaksa keduanya untuk menghadapi rahasia yang selama ini terkubur di balik sumpah yang tidak pernah diinginkan. [Don't copy my story!]