How to Forget Me (If You Can)

How to Forget Me (If You Can)

  • WpView
    Reads 224
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 8, 2025
Membahas hubungan pertemanan cowok dan cewek memang tak ada habisnya. Seperti persahabatan Caren dan Jay yang awalnya terasa menyenangkan lama kelamaan makin rumit. "Kenapa harus jaga jarak? Widia kan tau, lo sahabat gue. Wajar dong kalo kita deket kaya gini." "Sebenernya logika sama perasaan lo jalan gak sih Jay. Gue tau lo gak bego-bego amat. Jelas, karena lo emang pinter. Tapi masa perkara beginian masa lo gak bisa mikir??" "We're not doing anything wrong." Jay menjawab lembut tapi suaranya terdengar dalam. "Widia emang susah di dapetin, tapi persahabatan lo sama gue bukan alasannya. Itu gak ada hubungannya, Ren." Kini Caren makin frustasi, dia mengacak rambutnya kesal. Jay, memang terlihat sempurna. Namun saat membahas soal percintaan banyak hal di luar logika yang membuatnya pusing. 17+
All Rights Reserved
#90
parkjeongseong
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT
  • Tsundere Maniak Susu
  • Blueprint Pelarian Villain
  • The Time

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines