
"Tidak semua orang yang tinggal bersamamu benar-benar tahu siapa dirimu." Sejak usia tujuh tahun, Taufan Keiran hidup dengan ingatan yang terputus dan nama yang tak pernah terasa sepenuhnya miliknya. Ia dibesarkan di panti asuhan oleh Clarisse Montrevia, tumbuh dengan satu keyakinan sederhana: bertahan lebih penting daripada bertanya. Di sekolah, Taufan memilih menjadi bayangan. Sampai Aurora Jacqueline hadir dengan cara yang terlalu tepat, selalu membawa buku yang ia butuhkan, kalimat yang ingin ia dengar, dan tatapan yang seolah mengenalnya lebih dari dirinya sendiri. Bersama Aurora, untuk pertama kalinya, Taufan mulai merasa dilihat bukan sebagai masa lalu yang hilang, melainkan sebagai seseorang yang masih bisa utuh. Namun ketika mimpi-mimpi lama kembali dan menghadirkan nama yang tak pernah ia kenali, Taufan menyadari bahwa kehilangan terbesarnya bukan hanya ingatan, melainkan bagian dari dirinya yang belum pernah ia temukan. Jika namanya pernah dihapus, apakah ia akan terus mencarinya, atau belajar menerima siapa dirinya tanpa harus tahu semuanya?All Rights Reserved
1 part