Drizzle
  • WpView
    Reads 149,783
  • WpVote
    Votes 21,465
  • WpPart
    Parts 47
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 13, 2026
Aku baik-baik saja, tapi kenapa aku tidak bahagia? - Laksita Jovanka Wibowo, 26 tahun, arsitek Apa yang aku lakukan ini salah? Di pasal mana aku melanggar komitmen? - Ganindra Sabiru Hernowo, 35 tahun, notaris. Mereka menikah bukan karena perjodohan. Mereka hanya dikenalkan. Setelah empat bulan pendekatan dan merasa cocok, mereka secara sadar memutuskan untuk menikah enam bulan kemudian. Baik Gani maupun Sita sepakat bahwa mereka cukup dewasa untuk memahami kalau pernikahan adalah sebuah transaksi fungsional. Tidak masalah kalau pernikahan mereka dilandasi alasan praktis. Dan sepakat cinta dan kasih sayang akan tumbuh dan berkembang dalam hubungan yang halal dan bertanggung jawab. Lalu kenapa setelah beberapa bulan, Sita merasa sangat tidak bahagia? Dan Gani juga bingung salahnya di mana? Konflik tak kasatmata ini akhirnya membuat mereka sadar bahwa bukan hanya hujan badai yang bisa menghancurkan sesuatu. Namun hujan kecil yang terus-menerus membasahi pun berpotensi membuat seseorang sakit perlahan-lahan dan berujung kehancuran.
All Rights Reserved
#10
life
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LOVE ME IF YOU DARE
  • Gadis Kupu-Kupu
  • Benci, tapi Cinta, tapi Benci
  • Rayan
  • I Wish....
  • Pulang
  • Play Pretend
  • SLICE OF LOVE
  • Bukan Takdir Impian
  • Menolak Asmara

Kata sahabatnya, Maura Nisitara itu korban drakor doyan halu yang hobinya naksir ke pria yang TERLALU. Terlalu tampan, terlalu kaya, terlalu populer, terlalu pintar, terlalu sukses, pokoknya terlalu jauh dari jangkauannya. Nggak heran kalau Sita jadi jomlo ngenes di usia 27 tahun karena pernyataan cintanya ditolak melulu. Tentu saja Sita punya alasan kenapa dia begitu, tetapi daripada harus menceritakan alasan itu, Sita lebih suka disebut cegil nggak tahu diri. Toh sejauh ini prinsip Sita sederhana: nembak, ditolak, move on. Sampai akhirnya Sita bertemu Juanda Natalegawa, tetangga sebelah unit apartemennya yang benar-benar mendefinisikan apa itu "PRIA TERLALU". Kali ini Sita kena batunya. Skema nembak, ditolak, move on Sita tidak bekerja karena Juan menerima pernyataan cintanya. Masalahnya, itu super duper nggak masuk akal. Belum sebulan mereka berkenalan, dan mustahil pria grade A seperti Juan menyukai Sita. Jadi, bukannya happy karena punya pacar, Sita malah takut. Tapi, mustahil juga Sita mundur dan membatalkan pernyataan cintanya setelah diterima, kan? Kira-kira, kenapa Juan menerima pernyataan cinta Sita? Apa benar, Juan punya agenda terselubung seperti yang Sita takutkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines