Bagi Arlend, Crystal adalah perwujudan dari buah terlarang. Manis, ranum, dan mematikan.
Sejak awal, Arlend tahu bahwa perjodohan mereka hanyalah sebuah transaksi bisnis yang dibungkus rapi dalam panggung sandiwara. Tugasnya sederhana, menjaga jarak, menjaga nama baik, dan tidak melibatkan hati.
Namun, mengawasi Crystal dari dekat adalah siksaan yang nikmat. Arlend tidak hanya ingin memilikinya, ia ingin menguasainya sepenuhnya, memastikan tidak ada satu pasang mata pun yang boleh menyentuh apa yang ia anggap miliknya. Ketika tembok kendali yang dibangunnya runtuh, Arlend sadar ia telah jatuh ke dalam gairah yang berbahaya. Perjodohan ini bukan lagi tentang kejayaan keluarga, melainkan tentang obsesi liar yang tak bisa lagi ia hentikan.
"Crystal terlarang, tapi Saya tidak pandai dalam menahan lapar."
⚠️ Content Warning:
This story contains mature themes-kissing scenes, violence, alcohol use, and explicit content.
Reader discretion is strongly advised (18+).
● Harap bijak dalam memilih bacaan.
● Banyak kata-kata dan alur yang masih berantakan, revisi secara perlahan.
● Cerita masih di tahap On Going.
DILARANG KERAS MENJIPLAK SUATU KARYA ORANG LAIN ❗️
Axton Salvador tahu betul bahwa wanita itu berada jauh di bawah posisinya.
Wanita muda nan cantik dan rapuh itu adalah korban perdagangan manusia. Ia diberikan sebagai 'hadiah' oleh salah satu rekan elit Axton di Dubai saat kunjungannya ke kota Emirates, sebuah praktik menjijikkan yang tak pernah benar-benar ia setujui.
Sebagai United States Presidential Envoy, Axton menolak menyentuhnya. Jabatan, prinsip, dan kontrol diri menjadi tembok tebal yang ia bangun untuk menjaga jarak dari perempuan bernama Shaila.
Namun rupanya waktu mengkhianatinya. Tuhan berpihak pada Shaila. Bahwa, wanita yang ia enggan untuk disentuh kini membuat pria tua itu menjadi candu terhadap wanita muda tersebut.