Dan, Kemala

Dan, Kemala

  • WpView
    LECTURAS 34
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, oct 5, 2025
Di tengah kerasnya kehidupan kampus Fakultas Hukum Universitas Erlangga-tempat ambisi, kompetisi, dan tekanan jadi makanan sehari-hari-hidup Albar melaju semaunya. Dia badboy kampus yang gak peduli aturan. Ganteng, nyentrik, dan doyan bikin masalah. Semua orang tahu nama Albar, dan sebagian besar cewek diam-diam berharap jadi pengecualian dalam daftar main-mainnya. Kemala? Mahasiswi Hukum juga, tapi jauh dari spotlight. Penampilannya biasa aja dan hidupnya mulai terusik sejak rumor jahat beredar-katanya dia pelakor, katanya dia suka cowok orang. Satu kampus mulai menjauh, seolah label itu mutlak benar. Tapi justru dari mata Albar, Kemala bukan cuma rumor. Dia lihat ketegaran di balik tatapan lelah itu. Sesuatu tentang Kemala bikin Albar mikir ulang soal hidupnya. Dan untuk pertama kalinya, si badboy bebal ini ngerasa... jatuh cinta. Sayangnya, di Unleng, cerita cinta gak pernah sesederhana itu. Kampus bisa lebih kejam dari dunia luar. Tapi buat Albar, kali ini dia siap ngelawan semuanya. Demi Kemala. Demi diri barunya.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Nala dan Mas Juragan
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Salah Status
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Nakula
  • Kembang Desa
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido