Bulannya Indah, Ya?

Bulannya Indah, Ya?

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 17, 2025
Di setiap malamku, aku hanya bisa berbaring di kasur, menatap bulan dari balik jendela kamar rumah sakit. Terkadang aku bertanya dalam diam: apakah aku bisa menikmati bulan tanpa harus melihatnya di balik kaca? Namun, pertanyaan itu tak pernah mendapat jawaban. Sampai akhirnya, aku bertemu dengannya. Kami berkenalan di taman rumah sakit-tempat aku biasa duduk di kursi roda, menikmati sedikit cahaya matahari. Aku memang tidak bisa beraktivitas seperti orang lain karena penyakit yang membuat kakiku lumpuh. Itu sebabnya, satu-satunya hal yang bisa kulakukan hanyalah memperhatikannya melukis bulan di tengah siang bolong. Aneh memang, melukis bulan saat matahari bersinar terang. Tapi entah kenapa, dari situlah semuanya dimulai. Dari sekadar rasa ingin tahu, menjadi percakapan kecil, lalu perlahan berubah menjadi sesuatu yang lebih hangat. Hingga akhirnya, takdir memisahkan kami. Ia yang selalu menemaniku dalam kesunyian, dan menjadi alasanku untuk terus berharap-bahwa mungkin, suatu hari nanti, aku bisa melihat bulan secara langsung, tanpa kaca yang memisahkan kami..
All Rights Reserved
#13
cahayabulan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kembang Desa
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Nakula
  • Nala dan Mas Juragan
  • Salah Status
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain

Usai menjalani pendidikan strata 1 di Ibu Kota, Adara Ruby Sanjaya (22), gadis centil nan cantik yang sering dipanggil dengan sebutan Dara diminta kembali oleh orang tuanya yang berada di desa. Menuruti adalah jalan terakhir yang harus di lakukan Dara. Dara pikir pulang ke kampung halamannya adalah pilihan yang sangat buruk, tetapi disana ia menemukan sesuatu yang sayang untuk dilewatkan. ~~~ Menjadi harapan satu-satu orang tua yang harus terjun ke dunia perdagangan, adalah takdir Biantara Pradikta (32), Bian yang merupakan anak laki-laki dari juragan tersohor se Kecamatan. Mempunyai adik perempuan yang masih berada di bangku menengah keatas, itulah alasan Bian tidak melanjutkan pendidikan paska lulus SMA. Memiliki sifat yang cuek dan tidak terlalu memikirkan tentang perempuan, padahal ibunya sering menyodorkan anak temannya untuk ia kencani, tetapi ia acuh tak acuh dengan itu. Sampai hadir seorang gadis jelita yang merupakan anak dari pengusaha beras di desanya, gadis yang menjadi buah bibir para tetangga, bukan hanya prestasi yang jarang orang dapat dikehidupan mereka, tetapi juga parasnya yang membuat para tetangga rela menyodorkan anak lelakinya pada gadis itu. Tetapi, mengapa Bian tidak menyukai itu! Cerita keseharian gadis incaran para pria dan calon menantu idaman ibu-ibu desa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines