Di bawah langit malam yang tak pernah sama, Naja Anindira Laksmi menapaki dunia yang terasa hampa dan sunyi. Kehidupan baginya adalah sebuah ruang gelap antara eksistensi dan kehampaan, di mana setiap tatapan dan kata seakan tak pernah sampai.
Bagaikan Andromeda yang tergantung jauh di angkasa, Naja hidup di batas antara keberadaan dan kehilangan, antara harapan yang redup dan luka yang terus membekas. Laut yang tenang, bintang yang jauh, dan langit malam yang pekat menjadi saksi pergulatan batinnya: rasa sakit yang tak terlihat oleh dunia, rasa rindu yang tak bisa diungkapkan, dan kesepian yang menempel erat.
Di tengah sunyi itu, ada sosok-sosok yang peduli-teman yang mencoba menyalakan cahaya, bayangan masa lalu yang tak bisa lari, dan suara-suara dari kenangan yang meninggalkan luka. Namun semua itu tidak cukup untuk menambal kehampaan yang terus menggerogoti hatinya.
Andromeda adalah perjalanan seorang gadis mencari arti hidup di dunia yang tak memahami, sebuah kisah tentang luka, kehilangan, dan keputusan terakhir yang mengikat dirinya dengan metafora bintang jauh: abadi, namun tak tersentuh.
"Pa, ma... aku ini anak mama sama papa... kenapa mama sama papa ga mau anggep aku ada? Kenapa ma, pa? Kenapa?"
Sedih bukan saat semua orang menganggap kita tidak ada? Sakit bukan saat orang yang kita sayang justru membenci kita?
Itu semua sama dengan apa yang di alami oleh Inara, semenjak kematian kakeknya ia mendapatkan perlakuan yang tidak wajar oleh orang tua dan saudari angkatnya hanya karena harta warisan!
"Aku pergi..."