The Man Who Can Die Once

The Man Who Can Die Once

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 4, 2025
Ardan bangun di dunia yang salah. Jam berdetak sampai pukul 07.62, ayam berkokok dengan aksen Inggris, dan kucing bisa jadi walikota. Semua orang menganggapnya wajar-kecuali Ardan. Ia mencoba bertahan dengan humor pahit dan teh rasa kopi. Tapi semakin lama, absurditas dunia ini terasa seperti jebakan. Dan ketika kematian menemuinya... dunia justru diulang. Lagi, dan lagi. Apa artinya menjadi satu-satunya orang yang sadar kalau realitas sedang bercanda?
All Rights Reserved
#664
absurd
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝔈𝔱𝔥𝔬𝔩𝔬𝔤𝔶 𝔬𝔣 𝔇𝔦𝔰𝔰𝔬𝔠𝔦𝔞𝔱𝔦𝔬𝔫 || Jayhoon
  • Sorry Mr. Husband (END)
  • Male lead Antagonist
  • Murid Sialan
  • The Butterfly's Mask: ( Jaeyong ) - END
  • Detektif Kriminal Negara Tahun 1990 (Part 1)
  • I Am In Novel?!!
  • Transmigrasi Cepat: Teratai Putih Kembali Populer

Sunghoon, seorang psikiater muda berbakat, mendapat tugas khusus dari dokter senior yang juga menjadi mentornya: menangani seorang pasien dengan Dissociative Identity Disorder (DID). Kasus ini bukan kasus biasa, pasien bernama Jay tersebut memiliki tujuh kepribadian berbeda, masing-masing dengan sifat, emosi, dan cara berpikir yang saling bertolak belakang. Awalnya, Sunghoon menganggap ini sebagai tantangan profesional semata. Namun, seiring sesi terapi berjalan, satu per satu kepribadian Jay mulai muncul, membuka lapisan demi lapisan trauma masa lalu yang selama ini terkubur. Setiap kepribadian membawa potongan cerita yang berbeda. Ada yang protektif, ada yang agresif, ada pula yang rapuh seperti anak kecil. Tanpa disadari, Sunghoon mulai terjerat lebih dalam. Ia menemukan bahwa trauma Jay memiliki keterkaitan dengan masa lalunya sendiri-sebuah benang merah yang seharusnya mustahil ada antara dokter dan pasien. Hubungan profesional perlahan berubah menjadi konflik batin yang rumit, mempertanyakan batas antara empati, tanggung jawab, dan rasa bersalah. Ketika kebenaran akhirnya terungkap, sebuah plot twist besar mengguncang segalanya: hubungan antara Sunghoon dan Jay jauh lebih dekat daripada yang mereka bayangkan. Masa lalu yang terputus kini menuntut jawaban, dan proses penyembuhan tidak lagi hanya tentang Jay, tetapi juga tentang Sunghoon sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines