Aku, Sketsa dan Deadline

Aku, Sketsa dan Deadline

  • WpView
    LECTURAS 46
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 5
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, nov 19, 2025
Livya Az-Zahra, anak pesantren yang bahkan nggak pernah kepikiran bakal jadi mahasiswi seni. Semuanya berawal dari hal sederhana - dari tinta yang menari di kertas, dari coretan kecil di sela waktu mondok. Siapa sangka, dari situ dia mulai bermimpi jadi desainer interior. Tapi, nggak semua mimpi semulus sketsa di kertas putih. Gagal di kampus impian, bingung harus lanjut ke mana, dan waktu pendaftaran yang hampir habis bikin Livya harus mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Sampai akhirnya... takdir membawanya ke jurusan arsitektur di kampus yang sama sekali nggak ada dalam rencana. Antara sketsa yang berantakan, tumpukan tugas, dan deadline yang nggak kenal ampun - Livya belajar satu hal: bahwa kadang, hidup pun harus digambar ulang dari awal. "Mimpi itu enggak hilang, kadang cuma berubah bentuk."
Todos los derechos reservados
#17
sketsa
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • EVANESCENT (HIATUS)
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido