Axenial
  • WpView
    reads 16
  • WpVote
    Stemmen 0
  • WpPart
    Delen 1
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd zat, okt. 4, 2025
WpInfo
Fictie
Romantiek
Lima tahun lalu, Lexania mabuk di pesta sahabatnya di Singapura. Ia hanya mengingat satu nama dari malam itu - Excel. Ia tak tahu kalau pria itu ternyata Gevan Excelion, tunangan adiknya sendiri, Zara. Kini, setelah kembali ke Indonesia, takdir mempertemukan mereka lagi. Lexa berusaha menjalani hidupnya bersama Axenial, putri kecilnya yang ceria dan mirip sekali dengan Gevan. Segalanya berjalan biasa, sampai di hari makan malam keluarga besar untuk membahas pertunangan Gevan dan Zara. Tanpa diduga, Gevan berdiri dan berkata tegas, > "Maaf, aku tidak bisa melanjutkan perjodohan ini. Aku akan menikahi Lexania." Ucapan itu membuat seluruh ruangan terdiam. Zara menangis, Lexa terpaku, dan Gevan menatapnya seolah tahu sesuatu yang tidak seharusnya ia ketahui. Lexa menolak keras. Baginya, Gevan hanyalah anak muda yang belum dewasa-sementara Gevan yakin, Lexa adalah satu-satunya wanita yang pernah benar-benar ia cari. Namun rahasia masa lalu, anak kecil bernama Axe, dan ikatan keluarga yang rumit akan perlahan membuka segalanya... Apakah cinta yang lahir dari kesalahan bisa bertahan saat kebenaran akhirnya terungkap?
Alle rechten voorbehouden
#227
pregnent
WpChevronRight
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • Nala dan Mas Juragan
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Kembang Desa
  • Nakula
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen